Subscribe

KEK Maloy Kutim ‘Banjir’ Peminat: Dari Pabrik Minyak Goreng hingga Energi Hijau

2 minutes read

Kutai Timur, nusaetamnews.com : Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) bersiap memasuki babak baru. Sejumlah investor raksasa dari sektor industri kimia, logistik, hingga energi terbarukan resmi menyatakan kesiapan untuk “guyur” modal di kawasan strategis yang terletak di Kutai Timur tersebut.

Direktur KEK MBTK, Ade Himawan, mengungkapkan bahwa percepatan investasi ini merupakan hasil evaluasi menyeluruh sejak 2021. Kawasan yang diresmikan pada 2019 ini kini tengah bertransformasi menjadi pusat hilirisasi komoditas unggulan Kalimantan Timur.

Proyek Tangki Timbun & Kilang Minyak Goreng

Salah satu langkah konkret yang sudah berjalan adalah kolaborasi dengan PT Palma Serasih Internasional. Saat ini, telah berdiri dua tangki timbun berkapasitas total 10.000 metrik ton beserta fasilitas penumpukan cangkang sawit.

“Setelah fase pertama rampung dengan tambahan empat tangki lagi, kita langsung gaspol ke tahap kedua: pembangunan refinery (kilang) minyak goreng,” tegas Ade, Jumat (27/2).

6 Calon Investor Kakap Siap Masuk

Ekosistem industri di Maloy diprediksi makin padat dengan masuknya enam investor dari dalam dan luar negeri yang membawa beragam proyek strategis:

  1. PT Aracord Nusantara: Pabrik pengolahan batu bara menjadi amoniak.
  2. Hongshi Holding Group: Rencana pembangunan pabrik polisilikon.
  3. Limes Renewable Energy: Pengembangan PLTS (Energi Hijau).
  4. PT Palm Tree Energy Conversion: Pengolahan limbah sawit menjadi pelet kayu.
  5. PT Trinusa Jaya Prima: Pengembangan dan pengelolaan pelabuhan.
  6. PT Prima Nusantara Indosentosa: Pembangunan gudang logistik modern.

Dukungan Penuh Pemprov Kaltim

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa KEK MBTK bukan sekadar kawasan industri biasa, melainkan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang krusial bagi masa depan ekonomi daerah.

“Sinergi semua pihak harus diperkuat. Kita ingin KEK MBTK jadi lokomotif pertumbuhan sekaligus gerbang logistik internasional yang kompetitif di jalur ALKI II,” ujar Rudy.

Senada dengan Gubernur, Dirut PT Kaltim Melati Bhakti Satya (Perseroda), Aji Mohammad Abidharta Wardhana Hakim, memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, termasuk optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk memenuhi kebutuhan industri dan warga sekitar. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *