Kejar Target Adipura 2027, Kukar ‘Gaspol’ Benahi Masalah Sampah Lewat Teknologi Modern
Tenggarong, nusaetamnews.com : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) nggak main-main soal urusan kebersihan lingkungan. Dengan target membawa pulang trofi Adipura 2027 dari Kementerian LHK, Pemkab Kukar kini tengah merombak total sistem pengelolaan sampah agar lebih sustainable dan minim polusi.
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapi saat ini memang cukup berat. Bayangkan saja, Kukar menghasilkan sampah mencapai 370 ton per hari dari 20 kecamatan.
“Saat ini kapasitas kelola kita baru di angka 250 ton per hari. Artinya, masih ada ‘utang’ 120 ton sampah yang belum terkelola dengan baik dan berisiko mencemari lingkungan, terutama ekosistem Sungai Mahakam,” ujar Rendi di Tenggarong, Kamis.
Bye-bye Cara Lama, Welcome Insinerator Canggih
Mengingat terakhir kali Kukar meraih Adipura pada periode 2012-2014, Rendi menegaskan perlu ada update teknologi besar-besaran. Bukan sekadar tumpuk-angkut-buang, tapi beralih ke sistem pembakaran empat tahap menggunakan insinerator ramah lingkungan.
Rencananya, teknologi ini bakal mampu “melahap” 103 ton sampah per hari secara bersih tanpa bikin polusi udara makin parah. Selain itu, pengadaan mesin pencacah sampah juga jadi agenda prioritas.
Berguru ke Kulon Progo
Nggak cuma wacana, Pemkab Kukar langsung melakukan langkah nyata. Selasa lalu, tim dari Kukar terbang ke TPA Banyuroto di Kulon Progo, DIY, untuk melakukan studi banding.
Kenapa Kulon Progo? TPA di sana dinilai sukses mengelola sampah berbasis teknologi dengan efisien. Rendi berharap ilmu yang didapat dari sana bisa langsung di-copy-paste dan diadaptasi sesuai kondisi di Kukar.
Tenggarong & Muara Jawa Jadi ‘Spotlight’
Dalam strategi baru ini, ada dua wilayah yang jadi perhatian khusus:
- Kecamatan Tenggarong: Menjadi prioritas utama karena menyumbang 30% total sampah kabupaten.
- Kecamatan Muara Jawa: Dipersiapkan menjadi role model atau wilayah percontohan pengelolaan sampah di level Kalimantan Timur.
Langkah ini bukan cuma soal piala Adipura, tapi soal memastikan masa depan lingkungan Kukar yang lebih sehat dan lestari buat generasi mendatang. (ant/one)