Subscribe

Kawal Program Makan Bergizi Gratis, Dinkes Kaltim Gandeng UNICEF Perketat Keamanan Pangan

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bergerak cepat mengawal kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui pelatihan intensif tingkat regional, Dinkes Kaltim memastikan standar nutrisi dan keamanan pangan di sekolah menjadi prioritas utama demi mencetak generasi unggul.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menegaskan bahwa program strategis ini bukan sekadar soal bagi-bagi porsi makanan, melainkan investasi jangka panjang untuk kecerdasan bangsa.

“Ketika kita bicara MBG, kita sedang bicara investasi kesehatan dan produktivitas generasi masa depan. Keberhasilannya bergantung pada pengelolaan keamanan pangan yang sangat ketat,” ujar Jaya di Samarinda, Jumat (27/2).

Kolaborasi Global untuk Standar Lokal

Langkah strategis ini dilakukan secara sinergis dengan Badan Gizi Nasional (BGN) serta berkolaborasi dengan UNICEF. Tujuannya jelas: mempercepat perbaikan status gizi masyarakat Kaltim secara menyeluruh tanpa mengabaikan aspek kebersihan.

Jaya memperingatkan bahwa makanan bergizi tanpa prinsip kebersihan yang prima justru berisiko memicu masalah kesehatan baru bagi siswa.

“Menu sarat gizi yang tidak higienis itu berbahaya. Sebaliknya, makanan yang aman tapi miskin nutrisi juga gagal mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Keduanya harus seimbang,” tegasnya.

Agen Pelatih Jadi Garda Depan di Daerah Terpencil

Para peserta pelatihan ini diproyeksikan menjadi agen pelatih yang bertugas mengawasi mutu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh wilayah Kaltim. Mengingat geografis Borneo yang luas, para pelatih dituntut kreatif mengadaptasi standar nasional ke infrastruktur daerah terpencil.

Sinergi Lintas Sektor untuk MBG:

  • Dinkes & BGN: Pengawasan gizi dan standar kesehatan.
  • BPOM: Memastikan keamanan bahan baku dan sajian.
  • Dinas Pendidikan & Kemenag: Sosialisasi dan edukasi gizi di sekolah/madrasah.

Literasi Gizi Menuju Indonesia Emas 2045

Selain penyediaan makanan, program ini juga fokus pada edukasi gizi agar siswa memiliki literasi kuat tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Dengan konsolidasi tenaga pelatih bersertifikat ini, kami yakin peta jalan menuju generasi unggul berdaya saing global untuk menyongsong Indonesia Emas 2045 semakin kokoh,” pungkas Jaya. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *