Kapal CPO Tabrak Fender Jembatan Mahakam, KSOP Samarinda Hentikan Sementara Pelayaran
Samarinda — Insiden persinggungan kapal pengangkut crude palm oil (CPO) dengan pelindung pilar Jembatan Mahakam pada Minggu malam (8/3/2026) langsung mendapat respons cepat dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda.
Otoritas pelabuhan memutuskan menghentikan sementara pelayaran kapal tersebut sambil menunggu hasil investigasi menyeluruh.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala KSOP Kelas I Samarinda M Ridha R menegaskan langkah penghentian ini merupakan prosedur keselamatan sekaligus upaya memastikan tidak ada dampak serius terhadap infrastruktur jembatan yang menjadi urat nadi transportasi Kota Samarinda.
Menurut Ridha, pemeriksaan awal telah dilakukan sesaat setelah kejadian. Ia bahkan turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan visual bersama tim di lapangan.
Hasil pengamatan sementara menunjukkan bahwa bagian yang tersenggol kapal bukanlah struktur utama jembatan, melainkan tiang fender atau pelindung pilar yang saat ini memang sedang dalam tahap rehabilitasi oleh pihak Dinas PUPR.
“Dari hasil pengecekan awal, benturan hanya mengenai tiang fender. Struktur utama jembatan tetap aman,” ujarnya, Senin (9/3/2026).
Kapal yang terlibat diketahui sedang berlayar menuju arah muara Sungai Mahakam. Dalam pelayaran tersebut, kapal sebenarnya telah mengikuti standar prosedur pengawalan dengan melibatkan satu petugas pandu, tiga kapal assist, serta satu kapal escort.
Namun kondisi alam saat kejadian disebut menjadi tantangan tersendiri. Hujan deras yang turun sebelumnya menyebabkan arus Sungai Mahakam meningkat drastis dan menyulitkan manuver kapal saat melintas di bawah jembatan.
KSOP kini masih mendalami penyebab pasti insiden tersebut, termasuk kemungkinan adanya faktor alam yang kuat atau kesalahan dalam pengendalian kapal.
Selama proses investigasi berlangsung, kapal pengangkut CPO tersebut tidak diperbolehkan meninggalkan pelabuhan. KSOP juga telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap nakhoda kapal serta petugas pandu yang bertugas saat insiden terjadi.
Di sisi lain, koordinasi juga dilakukan dengan pihak Dinas PUPR dan tim teknis untuk memastikan kondisi fender yang terdampak serta menilai tingkat kerusakan yang ditimbulkan.
KSOP Samarinda mengingatkan seluruh operator kapal yang melintas di jalur Sungai Mahakam agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat kondisi cuaca buruk yang dapat memicu arus sungai menjadi lebih kuat dan berisiko terhadap keselamatan pelayaran.