Kaltim Siapkan Pusat Distribusi di Kariangau: Senjata Baru Lawan Inflasi & “Cut” Mata Rantai Tengkulak
Samarinda, nusaetamnews.com : Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sedang serius menggarap proyek pusat distribusi barang sebagai solusi jangka panjang menekan inflasi. Fasilitas ini didesain khusus untuk memangkas jalur distribusi yang selama ini terlalu panjang dan bikin harga kebutuhan pokok sering “terbang” tak terkendali.
Analis Perdagangan Disperindagkop UKM Kaltim, Muhammad Riski Januar, mengungkapkan bahwa urgensi proyek ini sangat tinggi karena 80 persen kebutuhan pokok warga Kaltim masih bergantung pada pasokan luar daerah.
Fungsi Buffer Stock: Siap Intervensi Saat Harga Gejolak
Pusat distribusi ini nantinya bukan sekadar gudang biasa, melainkan berfungsi sebagai buffer stock (stok penyangga). Jika ada kabupaten atau kota di Kaltim yang mengalami kelangkaan barang, stok dari pusat ini akan langsung digelontorkan untuk menstabilkan harga.
Poin menarik lainnya:
- Dikelola BUMD: Agar intervensi pasar lebih efektif dan tidak didominasi swasta murni yang sulit dikontrol saat harga bergejolak.
- Lokasi Strategis: Kawasan Industri Kariangau dipilih karena “nempel” dengan akses pelabuhan dan jalan tol, bikin ongkos logistik lebih efisien.
- Dukung Petani Lokal: Visi besarnya adalah menyerap hasil panen petani dan nelayan lokal dengan harga wajar, agar mereka tidak lagi merugi saat panen raya.
Digitalisasi Arus Barang: Kontrol secara Real-Time
Gak cuma soal fisik bangunan, pusat distribusi ini bakal mengusung konsep modern. Analis Perdagangan Arie Priyono menyebutkan adanya sistem digitalisasi arus barang.
“Data keluar-masuk barang bakal tercatat secara real-time. Ini penting banget buat pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang akurat berdasarkan data valid,” jelas Arie.
Update Proyek: Matangkan DED & Regulasi
Meskipun pembangunan fisik tahun ini sempat tertunda karena kebijakan efisiensi anggaran, Pemprov Kaltim tetap tancap gas di balik layar. Fokus saat ini adalah merampungkan Peraturan Gubernur (Pergub) dan mematangkan Detail Engineering Design (DED) yang sudah dikaji sejak tahun lalu.
Harapannya, pembangunan fisik segera terealisasi tanpa kendala anggaran lagi, demi menjaga ketahanan dompet masyarakat Kalimantan Timur. (ant/one)