Subscribe

Kaltim Siaga Merah! BPBD Pantau Hotspot 24 Jam & Bidik Status Darurat Karhutla

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur resmi tancap gas. Dua strategi operasional utama langsung dikerahkan demi membentengi wilayah dari amukan api.

Langkah pertama adalah pantauan nonstop 24 jam terhadap titik panas (hotspot). Kedua, aktivasi radio siaga bencana untuk memberikan update data dan imbauan rutin kepada masyarakat secara real-time.

“Kami sedang memproses penetapan status siaga darurat daerah untuk memobilisasi sumber daya dan menggerakkan bantuan pusat, seperti helikopter patroli udara,” tegas Plh. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kaltim, Sugeng Priyanto, di Samarinda, Minggu (5/4/2026).

5 Kabupaten Masuk Zona Merah

Berdasarkan kajian risiko bencana terbaru, BPBD memberikan rapor merah kepada lima kabupaten yang memiliki potensi tinggi karhutla:

  1. Paser
  2. Kutai Barat
  3. Kutai Kartanegara
  4. Kutai Timur
  5. Berau

Percepatan status siaga darurat ini dinilai krusial. Selain mempermudah akses pencairan anggaran darurat, status ini menjadi pintu masuk bagi bantuan perlengkapan pemadaman dari level nasional ke daerah.

Kolaborasi Lintas Sektor: Perusahaan & Desa Terlibat

BPBD Kaltim memastikan perang melawan karhutla tahun ini berbasis kolaborasi “Pentahelix”. Perusahaan perkebunan dan kehutanan kini diwajibkan turun tangan langsung mendampingi masyarakat lokal dalam Program Desa Tangguh Bencana.

Tak hanya itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) di 10 kabupaten/kota sudah dalam posisi standby untuk melakukan kaji krisis kilat. Urusan perut pun aman; stok logistik hingga kebutuhan khusus bayi telah dipastikan siap melalui skema Program Kaltim Peduli Bencana.

“Kami mengingatkan seluruh elemen masyarakat: jaga alam, maka alam akan menjaga kita,” pungkas Sugeng mengingatkan pentingnya filosofi mitigasi. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *