Subscribe

Kaltim Percepat Lompatan Menuju Swasembada Beras

3 minutes read

SAMARINDA – Kalimantan Timur kian menunjukkan tajinya sebagai kekuatan baru pangan nasional. Di bawah kepemimpinan Gubernur H Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur H Seno Aji, arah pembangunan pertanian dipacu agresif. Fokus pada peningkatan produksi padi kini menjelma menjadi gerakan besar menuju kemandirian pangan yang tak lagi sekadar wacana.

Langkah-langkah konkret terus digulirkan. Optimalisasi dan perluasan lahan, penerapan alat dan mesin pertanian modern, hingga penguatan kapasitas petani dilakukan secara simultan. Hasilnya pun tak terbantahkan. Produksi beras Kalimantan Timur melonjak signifikan dan menempatkan daerah ini hanya selangkah lagi dari gerbang swasembada pangan.

“Kalimantan Timur saat ini berada di jajaran dua besar Indeks Ketahanan Pangan Nasional 2025 dengan skor 80,82, kategori sangat tahan. Ini menunjukkan kebutuhan pangan masyarakat terjamin, baik dalam kondisi normal maupun ketika terjadi bencana,” ujar Wakil Gubernur Seno Aji, Minggu (11/01/2026).

Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji saat melakukan panen padi di Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara beberapa waktu lalu.

Capaian tersebut menjadi penanda penting. Dari wilayah yang lama bergantung pasokan beras luar daerah, Kaltim kini bertransformasi menjadi daerah yang semakin percaya diri memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Kendati demikian, tantangan berat tetap membayangi, mulai dari keterbatasan lahan subur, produktivitas yang sempat stagnan, hingga ketergantungan historis terhadap pasokan eksternal.
Pemprov Kaltim menjawab tantangan itu dengan langkah berani. Rekayasa lahan dilakukan melalui penambahan kapur dan dolomit, disertai penerapan metode pertanian berkelanjutan LEISA. Inovasi ini terbukti menjadi game changer bagi produktivitas padi.

Jika sebelumnya petani hanya mampu memanen 3–4 ton per hektare, kini lonjakan produksi mencapai 6–7 ton per hektare dalam satu kali panen. Dampaknya terasa langsung terhadap ketahanan beras daerah.
“Dulu Kaltim hanya bisa memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan beras sendiri. Sekarang sudah menembus 60 persen,” tegas Seno Aji.

Data Angka Sementara Kerangka Sampel Area (KSA) BPS hingga 30 Desember 2025 memperkuat optimisme tersebut. Produksi beras Kaltim tahun 2025 tercatat 158.442 ton, naik 9,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 145.209 ton. Luas panen pun ikut melesat, dari 63.041 hektare pada 2024 menjadi 66.602 hektare atau meningkat 5,65 persen.

Tak berhenti di situ, ambisi swasembada terus diperbesar. Pemprov Kaltim membidik perluasan lahan pertanian dari sekitar 33 ribu hektare menjadi 50 ribu hektare melalui program cetak sawah baru dan optimalisasi lahan eksisting.

“Kita hanya perlu sedikit dorongan lagi untuk menutup seluruh kebutuhan beras Kaltim. Bahkan peluang surplus sangat terbuka,” tambah Wagub penuh optimisme.

Meski begitu, perjalanan menuju swasembada pangan bukan lintasan tanpa rintangan. Perubahan iklim ekstrem, ancaman bencana alam, fluktuasi harga pangan, keterbatasan air dan infrastruktur, hingga laju pertumbuhan penduduk menjadi tantangan yang harus dihadapi secara kolektif.

Regenerasi petani juga menjadi isu krusial. Untuk menjawabnya, Pemprov Kaltim menggeber keterlibatan generasi muda melalui Brigade Pangan Pemuda Tani Indonesia dan program Petani Milenial. Berbagai insentif, bantuan bibit dan pupuk, hingga dukungan alat mesin pertanian modern disiapkan untuk memastikan sektor pertanian tetap hidup dan berkelanjutan.

“Ketahanan pangan bukan sekadar deretan angka. Ini adalah kerja besar dan kerja bersama antara pemerintah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan agar Kaltim benar-benar berdaulat pangan dan masyarakatnya sejahtera, sejalan dengan visi Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas,” tutup Seno Aji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *