Kaltim Go Green! DPMPTSP Nge-Gas Investasi Karbon Hutan Setelah Cuan Miliaran Dolar
SAMARINDA – Kalimantan Timur (Kaltim) udah jadi leader dalam isu green economy. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kaltim kini all out mendorong penguatan investasi karbon hutan sebagai strategi utama pembangunan ekonomi hijau di Bumi Etam.
Kepala Bidang Layanan Perizinan DPMPTSP Kaltim, Heru Pratama, negasin pentingnya kolaborasi buat ngelola investasi karbon ini secara sustainable.
Kaltim Auto Cuan dari Bank Dunia
Penguatan investasi ini jadi krusial karena Kaltim adalah provinsi pertama di Indonesia yang sukses ngantongin cuan dari program Forest Carbon Partnership Facility – Carbon Fund (FCPF-CF) yang difasilitasi oleh Bank Dunia.
“Berkat pencapaian itu, Kaltim telah memperoleh pembayaran berbasis hasil yang nilainya mencapai jutaan dolar AS,” kata Heru.
FYI, duit jutaan dolar itu adalah pengakuan internasional atas keberhasilan Kaltim nurunin emisi karbon akibat deforestasi dan degradasi hutan. Keren!
Jurus Baru: Tropical Forest Forever Facility (TFFF)
Dalam seminar bertema “Investasi Karbon Hutan: Peluang dan Tantangan”, DPMPTSP ngupas tuntas arah pembangunan ekonomi hijau dan potensi besar dari global carbon trading.
Para ahli, termasuk Prof. Daddy Ruhiyat Natawijaja, nge-share potensi besar Kaltim di pasar karbon. Salah satu fokusnya adalah strategi kemitraan baru yang bernama Tropical Forest Forever Facility (TFFF).
TFFF dijelaskan sebagai platform global mutakhir yang nggabungin tiga elemen kunci:
- Pendanaan konservasi.
- Mekanisme investasi karbon.
- Pengembangan ekonomi lokal masyarakat.
Seminar ini dihadiri lebih dari 100 stakeholders, dari Pemda se-Kaltim hingga pelaku usaha energi terbarukan.
Intinya, DPMPTSP Kaltim makin commit buat nguatin pilar ekonomi hijau dan terus ngebuka peluang investasi yang ramah lingkungan di daerah. Kaltim on the right track! (ant/one)