Kaltim Gempur TB dari Desa, Skrining Kini Cuma Modal KTP!
Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur tancap gas melakukan eliminasi penyakit Tuberkulosis (TB). Nggak tanggung-tanggung, strategi utamanya adalah memperkuat layanan kesehatan hingga ke level akar rumput alias tingkat desa.
Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, menyebut langkah ini sebagai respons cepat atas arahan prioritas Presiden. Pasalnya, posisi Indonesia saat ini lagi nggak oke: peringkat kedua penyumbang kasus TB terbanyak di dunia setelah India.
“Program ini mendesak dijalankan serius. Kita targetkan setiap kabupaten/kota punya desa percontohan dengan kader kompeten dan sistem lapor yang terpadu,” ujar Jaya di Samarinda, Rabu (8/4).
Putus Rantai Penularan di Rumah
Edukasi jadi kunci. Jaya mengingatkan bahwa satu orang yang positif TB tapi nggak berobat, bisa menularkan bakteri ke 5 sampai 10 anggota keluarganya.
Buat kamu yang terkonfirmasi positif aktif, wajib hukumnya disiplin menjalani pengobatan rawat jalan selama 6 hingga 12 bulan. Tapi tenang, sekarang prosedurnya makin simpel:
- Wajib Skrining Serumah: Semua anggota keluarga yang tinggal bareng pasien wajib ikut tes rontgen atau dahak.
- Terapi Pencegahan: Meskipun merasa sehat, keluarga berisiko tetap diminta ikut terapi pencegahan demi memutus total rantai penyebaran.
- Gratis & Gak Ribet: 188 Puskesmas di seluruh Kaltim sudah diinstruksikan untuk mempermudah administrasi. Cukup bawa KTP, kamu sudah bisa akses skrining gratis!
Sinergi Lintas Sektor
Pemprov Kaltim nggak jalan sendiri. Mereka sudah membentuk Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis yang isinya kolaborasi antara pemerintah, perusahaan (korporasi), masyarakat, sampai lembaga filantropi.
Target Besar 2026
Berdasarkan data Kemenkes, ada sekitar 1,09 juta kasus TB di Indonesia. Di tahun 2025 kemarin, baru 867 ribu kasus yang sudah diobati, sementara sisanya masih jadi “PR” pemerintah.
Nah, di tahun 2026 ini, pemerintah pusat resmi membentuk 5.315 Desa Siaga TB di 11 provinsi prioritas, termasuk Kaltim. Fokusnya jelas: menyisir daerah-daerah yang target penanganan TB-nya belum mencapai 100 persen tahun lalu.
Yuk, jangan abai! Kalau ada gejala atau ada keluarga yang terpapar, langsung meluncur ke Puskesmas terdekat. Stay healthy, Gen Z! (ant/one)