Subscribe

Kaltim All-Out! Ribuan Koperasi Merah Putih Disuntik Modal

3 minutes read

SAMARINDA, nusaetamnews.com : Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) gak mau ribuan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDM) yang sudah berbadan hukum itu cuma jadi pajangan. Mereka siap gaspol dengan skema pembiayaan khusus via bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) dan Bank Daerah.

Tujuannya? Agar KDM ini bisa berbisnis secara mandiri dan gak melulu terhambat masalah modal awal.

Pelaksana Tugas Kabid Koperasi Disperindakop Kaltim, Ronny Suhendra, bilang ini adalah respons cepat atas masalah klasik lembaga ekonomi kerakyatan.

“Meskipun badan hukumnya sudah ada, banyak koperasi masih stuck di masalah permodalan. Makanya, kami support dengan mekanisme pembiayaan khusus lewat Bank Himbara dan Bank Daerah,” jelas Ronny di Samarinda, Minggu.

Kenapa Penting? Karena koperasi gak boleh cuma bergantung pada suntikan dana dari satu orang pemilik layaknya perusahaan swasta. Kepemilikan koperasi harus berbasis pada anggota.

Akses Modal Cepat? Ada SIMKOPDES!

Dukungan modal ini makin diperkuat dengan peluncuran sistem digital canggih bernama Simkopdes. Sistem ini dirancang khusus untuk mempermudah dan mempercepat proses pengajuan pembiayaan dan pinjaman bisnis.

“Pemerintah menargetkan integrasi Simkopdes ini bisa mempercepat akses permodalan bagi 1.037 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang sudah resmi berbadan hukum di Kaltim,” tambah Ronny.

Landasan hukum untuk ngembangin ekonomi desa lewat jejaring koperasi ini diperkuat oleh Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025.

BUMN Turun Tangan: Potong Jalur Distribusi!

Selain modal tunai, Pemprov juga menggandeng BUMN untuk jadi mitra supplier. BUMN akan menyuplai komoditas vital seperti:

  • ⛽ LPG Bersubsidi
  • 🍚 Beras Bersubsidi
  • 🌱 Pupuk

Semua barang ini akan didistribusikan langsung oleh koperasi ke warga.

“Tujuan besarnya adalah memotong jalur distribusi! Kebutuhan pokok masyarakat desa bisa tersedia dengan harga yang jauh lebih murah dan gampang dijangkau,” tegas Ronny.

Beberapa koperasi di Samarinda, Balikpapan, Paser, Kutai Kartanegara, dan Berau dikabarkan sudah mulai beroperasi memanfaatkan rantai pasok keren ini.

Langkah Terakhir: Untuk memastikan modal dikelola dengan benar, Kementerian Koperasi juga mendanai penuh pelatihan bagi pengurus dan pengawas koperasi di seluruh Kaltim. Aman!

Berdasarkan informasi yang beredar terkait skema pembiayaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDM) secara nasional, empat bank besar yang masuk dalam kategori Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) telah ditunjuk untuk menyalurkan pinjaman modal, termasuk di Kaltim.

Empat Bank Himbara yang Ditunjuk:

Keempat bank tersebut adalah:

  1. Bank Negara Indonesia (BNI)
  2. Bank Rakyat Indonesia (BRI)
  3. Bank Mandiri
  4. Bank Syariah Indonesia (BSI)

Selain keempat bank Himbara ini, Pemerintah Provinsi Kaltim juga akan melibatkan Bank Daerah (kemungkinan besar Bank Pembangunan Daerah/BPD Kaltim atau Bankaltimtara) untuk memperkuat penyaluran modal khusus ini.

Detail Skema Pembiayaan (Yang Perlu Diketahui KDM):

  • Plafon Pinjaman: Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat mengajukan pinjaman dengan plafon yang cukup besar, dilaporkan hingga Rp3 miliar.
  • Penggunaan Modal: Dari total plafon tersebut, pinjaman yang dapat digunakan untuk belanja operasional (membeli stok barang dagangan, dll.) biasanya dibatasi, misalnya paling banyak sebesar Rp500 juta.
  • Syarat Kunci: KDM yang mengajukan pinjaman harus memenuhi kriteria dasar seperti:
    • Memiliki Badan Hukum Koperasi.
    • Memiliki Nomor Induk Koperasi (NIK).
    • Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atas nama koperasi.
    • Mengajukan proposal bisnis yang jelas, termasuk rencana pengembalian pinjaman.

Skema ini menunjukkan komitmen serius pemerintah untuk menggerakkan ekonomi desa, menjadikan KDM sebagai ujung tombak pendistribusian kebutuhan pokok dan penggerak bisnis lokal. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *