Kalimantan OTW Jadi “Superhub” Ekonomi 2029: Gak Cuma Ngandelin Tambang Lagi!
Samarinda, nusaetamnews.com : Kabar gembira buat warga Borneo! Pulau Kalimantan resmi diproyeksikan jadi Superhub Ekonomi Nusantara pada tahun 2029. Kabar ini makin solid setelah Perpres Nomor 12 Tahun 2025 menetapkan Kalimantan sebagai pusat hilirisasi SDA dan ketahanan pangan nasional.
Akademisi UGM, Amirullah Setya Hardi, menegaskan kalau momentum ini adalah waktu yang tepat buat Kalimantan untuk “move on” dari ketergantungan sektor ekstraktif kayak batu bara dan sawit.
IKN Jadi “Game Changer”
Kenapa tiba-tiba jadi Superhub? Jawabannya jelas: Ibu Kota Nusantara (IKN). Pembangunan IKN di Kaltim bukan cuma soal pindah kantor pemerintahan, tapi jadi motor penggerak infrastruktur dan konektivitas yang bikin wajah ekonomi regional berubah total.
Cek Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2026:
- Kalimantan Timur: Juara kelas dengan prediksi pertumbuhan hingga 7% (efek percepatan kawasan inti IKN).
- Kalimantan Tengah: Diproyeksikan melesat di angka 6,03%.
- Kalimantan Selatan: Stabil di kisaran 5,6% – 6,40%.
Strategi: Hilirisasi & Diversifikasi
Amirullah menyebut kalau Kalimantan saat ini menyumbang 9,23% terhadap PDB Indonesia. Tapi, biar makin sustainable, ada beberapa PR yang harus dikerjakan:
- Stop Jual Mentah: Fokus ke hilirisasi SDA (olah dulu baru jual) biar nilai tambahnya makin tinggi.
- Sektor Baru: Mulai lirik potensi pertanian modern dan industri pengolahan.
- Peran Bank (LJK): Lembaga keuangan diminta jangan pelit kasih modal buat sektor ekonomi baru di luar tambang, tapi tetap dengan mitigasi risiko yang smart.
The Bottom Line
Tahun 2026 bakal jadi momentum kebangkitan ekonomi regional yang lebih inklusif. Buat para entrepreneur muda di Kalimantan, ini saatnya cari peluang di luar sektor tambang karena dukungan infrastruktur dan kebijakan lagi berpihak ke kalian!
“Optimisme itu perlu, tapi strategi yang matang jauh lebih penting untuk menghadapi ketidakpastian global,” tutup Amirullah. (ant/one)