Subscribe

Jembatan Bailey di Kubar dan Mahulu Bakal Diganti Permanen

2 minutes read

SAMARINDA – Jembatan Bailey masih menjadi penopang utama perjalanan darat menuju pedalaman Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Jembatan Bailey dibentangkan untuk melintasi anak-anak sungai di jalur tersebut.

Rombongan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud saat meninjau kondisi jalan di Kabupaten Mahakam Ulu. Sejumlah jembatan Bailey di kawasan perbatasan itu bakal diganti jembatan permanen.

Konstruksi baja yang identik dengan solusi darurat itu akan mulai diganti dengan jembatan permanen oleh pemerintah pusat.

Kepala Dinas PUPR Kaltim AM Fitra Firnanda melaporkan rencana penggantian itu kepada Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud.

Di sepanjang ruas Tering–Ujoh Bilang saja terdapat belasan jembatan Bailey. Jika dihitung hingga kawasan Long Apari dan Long Pahangai, jumlahnya mencapai sekitar 40 unit. Seluruhnya selama ini menopang arus kendaraan warga, logistik, hingga hasil perkebunan dan pertanian.

Gubernur Rudy meminta pendataan detail segera dilakukan agar proses penggantian berjalan terarah.

Menurutnya, akses darat di wilayah hulu bukan sekadar jalur lalu lintas, tetapi jalur ekonomi yang menentukan cepat lambatnya pergerakan barang dan orang.

Selama ini, kondisi sejumlah jembatan yang sudah berumur kerap menjadi kendala, terutama saat kendaraan berat melintas bersamaan atau ketika debit sungai meningkat. Situasi itu membuat perjalanan warga tak jarang memakan waktu lebih lama dari yang seharusnya.

Dengan pembangunan jembatan permanen, diharapkan konektivitas antarwilayah semakin stabil. Distribusi kebutuhan pokok dan hasil tani dapat berlangsung tanpa hambatan berarti, sementara biaya logistik bisa ditekan.

Menariknya, jembatan Bailey yang diganti tidak serta merta dihapus. Aset tersebut akan kembali ke Pemprov Kaltim untuk dimanfaatkan di titik lain yang masih membutuhkan akses darurat. Salah satu kawasan yang dipertimbangkan adalah jalur Bongan di Kutai Barat menuju Sotek di Penajam Paser Utara.

Langkah ini menandai upaya serius memperkuat infrastruktur dasar di pedalaman. Bagi warga Kubar dan Mahulu, jembatan yang lebih kokoh bukan hanya soal beton dan baja, tetapi soal kepastian akses yang selama ini mereka tunggu.

Kepala Dinas PUPR Kaltim AM Fitra Firnanda (kiri) mendampingi Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud (tiga dari kiri) saat kunjungan ke Kabupaten Mahakam Ulu awal Januari lalu.

“Kita akan terus berjuang agar semua wilayah di Kaltim bisa terhubung dengan konektivitas yang baik,” kata Gubernur Harum saat kunjungan ke Kabupaten Mahakam Ulu dan Kutai Barat awal Januari lalu.

Pembangunan jembatan Bailey tersebut akan dilaksanakan dengan pembiayaan APBN melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur tahun ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *