Jelang Nataru, Kaltim Bikin Gerakan Pangan Murah! Bawang Merah Langsung Diskon Rp4.000
SAMARINDA, KALTIM (NUSAETAM.NEWS) – Bersiap menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kalimantan Timur enggak mau tinggal diam. Mereka langsung gas dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).
Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda DPTPH Kaltim, Sri Wahyuni, di Samarinda, Rabu, menyebut GPM ini adalah agenda bulanan yang dipercepat untuk menjaga stabilitas harga.
“Ini adalah sesi terakhir GPM di tahun 2025 yang diadakan khusus menyambut Natal dan Tahun Baru. Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi,” jelasnya.
Kegiatan yang digelar selama dua hari (10-11 Desember 2025) di halaman Kantor DPTPH Kaltim ini ramai didatangi warga sejak pagi, dengan total 52 stan yang menjual berbagai sembako—mulai dari sayuran, telur, minyak goreng, hingga beras.
Harga Dijamin Miring: Turunkan Inflasi
Kehadiran GPM ini adalah bentuk intervensi nyata pemerintah untuk menahan fluktuasi harga pasar. Sri Wahyuni menegaskan bahwa harga di bazar GPM wajib lebih rendah dari harga pasar agar manfaatnya benar-benar dirasakan.
Contoh Perbandingan Harga (Pantauan 9 Desember):
| Komoditas | Harga Pasar (per kg) | Harga di GPM (per kg) | Potongan Harga |
| Bawang Merah | Rp52.000 | Rp48.000 | Rp4.000 |
| Bawang Putih | Rp35.000 | Rp30.000 | Rp5.000 |
Sinergi All Star Lintas Sektor
GPM kali ini melibatkan kolaborasi lintas sektor yang kuat, termasuk Dinas Perikanan, DPPKUKM, Bank Indonesia (BI), Bulog, dan ID FOOD. Sinergi ini penting untuk memastikan pasokan aman sekaligus mengendalikan lonjakan harga.
Sri Wahyuni menambahkan, selain menggelar bazar, timnya juga melakukan pemantauan ketat dan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional dan ritel modern.
“Harga pangan biasanya naik menjelang hari besar, jadi kami hadir memberi intervensi melalui GPM,” tegasnya.
Diharapkan, GPM tidak hanya menjadi solusi stabilisasi harga, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang. (ant/one)