Subscribe

“Jangan Kelamaan!” – Gubernur Rudy Mas’ud Semprot Proyek Jalan Kubar-Mahulu, Minta Ganti Aspal ke Beton

2 minutes read

UJOH BILANG, nusaetamnews.com :  Pembangunan jalan di pelosok Kalimantan Timur bukan cuma soal aspal, tapi soal harga diri dan memutus rantai kemiskinan. Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, baru saja melakukan inspeksi mendadak ke ruas jalan Tering–Ujoh Bilang dan memberikan catatan super keras untuk para kontraktor dan pejabat terkait.

Baginya, konektivitas darat antara Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu) adalah urat nadi yang nggak boleh terus-terusan “sakit”.

Kritik Pedas: 2027 Terlalu Lama!

Gubernur Rudy nggak habis pikir dengan skema pengerjaan jalan nasional sepanjang 13,6 km yang ditangani Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Proyek senilai Rp409 miliar dari APBN itu direncanakan selesai lewat skema multiyears hingga 2027.

Menurut Rudy, rakyat di pedalaman sudah terlalu lama menunggu. Menunggu akses sampai 2027 dianggapnya sebagai waktu yang terlalu mewah.

“Kalau bisa dipercepat, kenapa harus menunggu 2027? Warga butuh akses nyaman sekarang, bukan nanti-nanti,” tegas Rudy di hadapan pejabat BBPJN, pekan pertama Januari 2026.

“Mending Beton daripada Aspal”

Selain soal durasi, Rudy juga menyoroti masalah kualitas. Dengan kontur tanah Mahulu yang berbukit, labil, dan curah hujan tinggi, ia menilai penggunaan aspal biasa adalah pilihan yang salah dan hanya akan membuang-buang anggaran karena cepat rusak.

  • Rekomendasi Gubernur: Pakai konstruksi rigid (beton).
  • Alasannya: Lebih tahan lama dan kuat menahan beban kendaraan serta cuaca ekstrem.
  • Risiko: Jika tetap aspal, ancaman longsor dan jalan hancur bakal menghantui mobilitas warga lagi.

Pemprov Kaltim “Turun Tangan” Pakai Rp90 Miliar

Nggak cuma kritik, Pemprov Kaltim juga menunjukkan aksi nyata. Dinas PUPR Kaltim sudah menyiapkan dana Rp90 miliar untuk membereskan titik-titik kritis di ruas Tering–Ujoh Bilang yang selama ini jadi “mimpi buruk” pengendara.

Targetnya ambisius: Perjalanan Tering ke Mahulu yang biasanya memakan waktu lama, nantinya harus bisa ditembus cuma dalam waktu 2 jam lewat jalur darat!

Infrastruktur Bukan Sekadar Proyek

Rudy Mas’ud menegaskan bahwa ke depan, setiap proyek infrastruktur di Kaltim akan dikawal ketat dari sisi transparansi dan kualitas. Ia nggak mau melihat uang rakyat ratusan miliar menguap begitu saja untuk jalan yang hanya berumur pendek.

“Kita bukan sekadar membangun jalan, tapi memastikan jalan itu bertahan lama dan benar-benar menggerakkan ekonomi rakyat,” tutupnya. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *