Jaga Sungai Kelay: Dinas ESDM Pantau “Grouting” Raksasa di Area Tambang Berau
SAMARINDA, nusaetamnews.com : Menjawab kekhawatiran publik soal potensi dampak tambang terhadap Sungai Kelay di Berau, Dinas ESDM Kaltim langsung turun ke lapangan. Langkah ini diambil untuk memastikan PT Supra Bara Energi (SBE) benar-benar menjalankan “protokol keselamatan” demi menjaga ekosistem sungai dan warga sekitar.
Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, menegaskan bahwa meski urusan izin ada di pusat, Pemprov punya tanggung jawab moral untuk memelototi progres di lapangan.
“Kunjungan ini buat memastikan arahan Inspektur Tambang dijalankan. Kita bicara soal keselamatan lingkungan dan nyawa orang banyak,” tegas Bambang, Selasa (3/2).
Grouting 600 Meter: Suntik Semen Biar Tanah Gak “Lembek”
Salah satu temuan teknis yang menarik di lapangan adalah penerapan metode injeksi semen (grouting). Bayangkan saja, semen disuntikkan ke dalam tanah hingga kedalaman 600 meter!
Tujuannya?
- Stabilitas Tanah: Memperkuat struktur tanah di sisi timur lubang tambang agar gak gampang bergeser.
- Drainhole: Memasang saluran pembuangan air khusus untuk mengurangi kejenuhan material dinding tambang. Jadi, dinding tambang gak gampang “jebol” karena tekanan air.
Update Reklamasi: Progres Menuju Agustus 2026
Gak cuma soal penguatan tanah, urusan lubang bekas tambang (void) juga jadi perhatian serius. Saat ini, proses penimbunan kembali (backfilling) sedang digas pol:
- Sudah Naik 40 Meter: Permukaan tanah di dasar lubang tambang sudah naik sekitar 40 meter berkat material penutup.
- Jutaan Meter Kubik Tanah: Sejauh ini, 2,6 juta BCM tanah penutup sudah masuk ke lubang. Tapi perjuangan belum usai, karena masih butuh sekitar 10 juta BCM lagi untuk menutupnya secara sempurna.
- Target Agustus 2026: Manajemen perusahaan menargetkan penutupan level pertama di kedalaman -90 mdpl rampung pada Agustus tahun ini.
Hasil Akhir: Lahan Baru yang Aman
Rencananya, area bekas tambang ini gak akan dibiarkan jadi lubang raksasa. Hasil akhir reklamasinya nanti bakal punya ketinggian positif 5 meter di atas permukaan laut.
Dengan bentangan horizontal sekitar 500 meter antar dinding, area ini bakal berfungsi sebagai penyangga alami (buffer zone) yang kokoh untuk melindungi aliran Sungai Kelay. (ant/one)