Jaga “Halaman Depan”: Kodam VI/Mulawarman & Pemprov Kaltim Duet Perketat Pengawasan Perbatasan!
BALIKPAPAN – Menjaga perbatasan bukan cuma soal patroli angkat senjata, tapi juga soal memastikan negara hadir lewat pembangunan. Kodam VI/Mulawarman dan Pemprov Kalimantan Timur resmi memperkuat komitmen untuk mengawal wilayah perbatasan Kalimantan, khususnya di bagian barat laut dan utara.
Sinergi ini bertujuan ganda: menjaga kedaulatan sekaligus menjamin warga di perbatasan nggak lagi merasa “dianaktirikan” soal pelayanan publik.
1. Strategi Baru: Tambah Personel & Bentuk 2 Brigade Baru
Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono, menegaskan bahwa pertahanan teritorial akan diperkuat secara signifikan. Langkah konkretnya meliputi:
- Penambahan personel di titik-titik rawan.
- Pembentukan dua brigade infanteri baru di bawah komando kewilayahan.
- Fokus pada pencegahan potensi gangguan wilayah dan stabilitas keamanan.
“Masalah perbatasan adalah perhatian utama. Kami sinergi dengan Pemda untuk atasi potensi gangguan yang ada,” tegas Mayjen Krido, Rabu (17/12).
2. Garis Batas 1.038 KM: Tantangan Infrastruktur yang Masif
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, memaparkan realita lapangan di mana garis perbatasan Kaltim hingga Kaltara membentang sepanjang 1.038 kilometer. Tantangan terbesarnya adalah akses transportasi yang masih minim.
Untuk itu, kolaborasi TNI dan Pemda kini difokuskan pada proyek-proyek vital:
- Akses Malinau: Pembenahan jalan sepanjang 120 kilometer.
- Kutai Barat – Mahakam Ulu: Penyelesaian jalan penghubung yang sempat terbengkalai selama puluhan tahun!
3. Pembangunan = Kehadiran Negara
Bagi Gubernur Rudy, membangun jalan di perbatasan bukan sekadar proyek fisik, tapi soal martabat bangsa.
“Peningkatan akses itu bukan cuma soal pembangunan, tapi soal kehadiran negara dan rasa aman bagi masyarakat di sana,” ujar Rudy.
4. Sinergi untuk Stabilitas Sosial-Ekonomi
Selain urusan fisik, kolaborasi ini juga mencakup pemetaan wilayah dan penanganan dinamika sosial ekonomi masyarakat perbatasan. Tujuannya agar warga di beranda negara punya daya saing ekonomi yang sama dengan warga di perkotaan. (ant/one)