Jadi Supplier Makan Bergizi Gratis: Petani PPU Diajak “Atur Strategi” Biar Panen Tiap Hari!
PENAJAM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan cuma soal bagi-bagi menu sehat buat adik-adik pelajar, tapi juga jadi peluang emas buat para petani lokal di Penajam Paser Utara (PPU). Biar pasokan nggak putus, Dinas Pertanian PPU kini meminta para petani untuk mulai mengatur pola tanam secara lebih strategis.
Kepala Dinas Pertanian PPU, Andi Trasodiharto, menjelaskan bahwa pengaturan pola tanam ini penting supaya petani bisa menyuplai kebutuhan bahan baku ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara konsisten setiap harinya.
Skema Kemitraan: Dari Petani, Oleh Petani, Untuk Pelajar
Pemerintah Kabupaten PPU nggak mau main-main. Mereka sudah menyiapkan skema kemitraan keren berbasis komoditas. Intinya: Dapur MBG harus pakai produk lokal.
Sayur-sayuran segar seperti:
- Sawi, Kangkung, & Bayam
- Terung & Kacang Panjang
- Cabai & Hortikultura lainnya
Semuanya bakal dipasok langsung oleh tangan-tangan kreatif petani PPU. “Petani lokal jadi penyuplai utama SPPG. Ini selain buat naikin kesejahteraan mereka, juga biar stok di pasar tetap aman dan stabil,” ujar Andi di Penajam, Rabu.
24 Dapur MBG Siap “Ngebul”
Saat ini, sudah ada 10 unit SPPG yang beroperasi di wilayah PPU dan melayani sekitar 12.770 siswa. Tapi, itu baru permulaan! Target ke depan:
- 24 Dapur Utama: Akan dioperasikan secara penuh di seluruh kabupaten.
- SPPG Satelit: Siap dibangun di daerah-daerah terpencil biar semua siswa terjangkau.
Pemerintah Jadi “Makcomblang” Bisnis
Guna memastikan kerja sama ini berjalan mulus, Pemkab PPU bakal menjembatani langsung antara SPPG dengan kelompok tani. Jadi, petani nggak perlu bingung cari pasar, dan SPPG nggak perlu bingung cari bahan baku segar.
“Petani harus start budidaya tanaman pangan dan hortikultura yang sesuai dengan kebutuhan menu di SPPG,” tambah Andi. Dengan penyelarasan ini, diharapkan petani bisa menjadi pemasok berkelanjutan alias jadi partner bisnis tetap bagi program nasional ini. Program Makan Bergizi Gratis di PPU ini adalah win-win solution. Anak-anak dapat nutrisi juara, petani lokal dapat cuan yang terjaga. Saatnya pertanian PPU naik kelas! (ant/one)