Subscribe

Iran Tegas: Perang Baru Berakhir Jika Agresi Berhenti, Diplomasi Kini Jadi “Nomor Sekian”

2 minutes read

Teheran, nusaetamnews.com :  Tensi di Timur Tengah benar-benar berada di titik didih. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa perang yang tengah berkecamuk dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel hanya akan berhenti jika serangan terhadap negaranya dihentikan total.

Pernyataan ini disampaikan Baghaei di lokasi yang sangat simbolis: sebuah sekolah dasar di Teheran yang hancur akibat serangan udara AS-Israel.

“Bukan Kami yang Mulai”

Baghaei menekankan bahwa Teheran sebenarnya sempat memilih jalur meja hijau sebelum situasi pecah menjadi konflik terbuka.

“Perang ini tidak dimulai oleh Iran. Kami awalnya memilih jalur diplomasi,” ujarnya, Selasa. Namun, serangan besar-besaran pada Sabtu (28/2) yang menewaskan hampir 800 orang—termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei—seolah menutup rapat pintu negosiasi untuk saat ini.

Trauma Diplomasi: Publik Iran Mulai Skeptis

Menariknya, serangan mematikan tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah Iran dan AS melakukan perundingan nuklir putaran ketiga via mediasi Oman. Inkonsistensi ini membuat publik di Iran makin kontra terhadap opsi damai.

Baghaei mengungkapkan banyak pihak di internal Iran yang kini menentang perundingan dengan AS, berkaca pada serangan serupa yang terjadi Juni tahun lalu. “Sekarang adalah waktu untuk berperang dan membela tanah air. Apapun yang mengalihkan perhatian (dari pertahanan) harus disingkirkan,” tegasnya.

Kritik Pedas buat Dunia Internasional

Iran juga menyentil Dewan Keamanan PBB dan komunitas internasional yang dianggap “adem ayem” melihat pelanggaran hukum internasional. Menurut Baghaei, sikap acuh tak acuh dunia terhadap agresi ini bisa menjadi bumerang.

“Kami sudah peringatkan, jika dunia tetap diam melihat genosida dan agresi, maka api pelanggaran hukum ini bakal melanda semua negara tanpa terkecuali,” tambahnya.

Situasi Terkini: Saling Balas Serangan

Sejauh ini, Iran tidak tinggal diam. Mereka sudah meluncurkan 15 gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta aset militer AS di berbagai negara kawasan seperti:

  • Bahrain & Qatar
  • UEA & Arab Saudi
  • Yordania, Irak, & Kuwait

Meski banyak negara tetangga mengecam aksi balasan Iran tersebut, Teheran menyatakan fokus utama mereka saat ini adalah full power untuk mempertahankan kedaulatan negara dari gempuran yang terus berlanjut. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *