Subscribe

Insiden Makan Siang Gratis di PPU: 25 Siswa Tumbang, Dinkes Kaltim ‘Segel’ Sementara Dapur Penyedia

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com :   Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Penajam Paser Utara (PPU) mendadak jadi sorotan. Sebanyak 25 siswa dari jenjang SD hingga SMA dilaporkan mengalami mual hebat dan muntah usai menyantap menu program tersebut.

Merespons kejadian ini, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Jaya Mualimin, langsung mengambil langkah tegas: operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di PPU resmi dihentikan sementara.

Investigasi ‘Zero Accident’

Jaya menegaskan pihaknya nggak mau main-main dengan keselamatan siswa. Audit total sedang dilakukan untuk mencari tahu di mana letak “kebocoran” standar keamanan pangannya.

“Kami tidak ingin mengambil risiko. Dapur yang diduga terkait harus stop operasi sampai hasil lab keluar. Prinsipnya zero accident; dari ribuan porsi, nggak boleh ada satu pun yang bikin keracunan,” tegas Jaya di Samarinda, Kamis.

Berburu Bukti di Laboratorium

Dinkes Kaltim bersama Badan Gizi Nasional (BGN) perwakilan Kaltim saat ini sedang melakukan penyelidikan epidemiologi. Beberapa langkah yang diambil antara lain:

  • Uji Sampel: Sisa makanan dan bahan baku sudah diamankan untuk dites secara ilmiah di laboratorium.
  • Cek Rantai Pasok: Dugaan awal ada celah kontaminasi, entah saat proses memasak atau saat distribusi ke sekolah.
  • Audit Sertifikasi: Petugas memeriksa apakah dapur tersebut punya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan menjalankan SOP dengan benar.

Sanksi Menanti Jika Lalai

Meski masih menunggu hasil resmi laboratorium agar tidak prematur dalam menyimpulkan, Pemprov Kaltim memastikan bakal ada konsekuensi logis bagi pihak pengelola dapur jika terbukti teledor.

Sanksi tegas sudah disiapkan bagi pengelola yang melanggar protokol kesehatan. Bagi pemerintah, nyawa dan kesehatan siswa jauh lebih mahal dibanding angka statistik distribusi makanan. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *