Subscribe

Inside The Jungle Classroom: Mengintip Kurikulum Sekolah Hutan PPS Long Sam

3 minutes read

Nusaetamnews.com : Menarik! Program Sekolah Hutan (Forest School) di PPS Long Sam ini memang inti dari rehabilitasi satwa liar. Konsep ini meniru sistem pendidikan outdoor yang biasanya digunakan untuk anak-anak, namun diadaptasi khusus untuk satwa agar mereka bisa kembali liar.

Berikut adalah detail dan insight lebih mendalam tentang bagaimana ‘sekolah’ ini beroperasi:

Tujuan Utama: Kembalikan Insting Liar (Wild Instincts)

Satwa liar yang diselamatkan (misalnya owa, beruang madu, atau rangkong) sering kali datang ke PPS Long Sam setelah lama berinteraksi dengan manusia atau terpisah dari induknya. Akibatnya, mereka kehilangan atau melupakan naluri dasar untuk bertahan hidup di hutan.

Sekolah Hutan didesain sebagai simulasi habitat alami untuk mengajarkan mereka skill yang sudah hilang:

  • Mandiri Mencari Pakan (Foraging): Ini adalah pelajaran paling penting. Satwa dilatih untuk tidak lagi bergantung pada pakan yang disajikan manusia. Mereka harus mencari buah, serangga, atau makanan alami lain di hutan Long Sam. Ini melatih indra penciuman, penglihatan, dan kemampuan memecahkan masalah (problem-solving).
  • Kemampuan Bergerak (Mobility & Agility): Untuk primata seperti owa, ini berarti menguasai kembali kemampuan brachiasi (berayun dari pohon ke pohon) dengan lincah dan aman. Untuk beruang, ini berarti mengasah kemampuan memanjat pohon untuk mencari sarang lebah.
  • Menghindari Predator (Risk Management): Satwa harus belajar mengenali dan merespons ancaman secara alami, bukan mencari perlindungan dari manusia.

Siapa Gurunya? Tim BKSDA & CAN

Proses belajar ini tidak dilepas begitu saja. Tim gabungan dari BKSDA Kaltim dan Conservation Action Network (CAN) bertindak sebagai fasilitator dan ‘guru’ yang mendampingi satwa ini setiap hari.

  • Pendekatan Personal: Pendampingan dilakukan secara cermat dan disesuaikan dengan perkembangan setiap individu satwa. Sama seperti sekolah sungguhan, satwa yang baru datang butuh perhatian lebih intensif.
  • Minim Kontak: Meskipun didampingi, tim berusaha meminimalkan kontak langsung dengan satwa. Tujuannya agar satwa tidak terikat (terjadi habituasi) pada kehadiran manusia, yang akan menghambat proses pelepasliaran.

Lingkungan Belajar: Hutan Real Long Sam

Sekolah Hutan ini bukan kandang besar, melainkan area hutan yang sengaja dibuat mendekati kondisi alami di kawasan Long Sam (yang terletak di Desa Merasa, Kabupaten Berau).

  • Pulau Pra-Pelepasliaran: Fasilitas terbaru yang disebutkan Kepala BKSDA Kaltim, pulau ini berfungsi sebagai final test sebelum satwa benar-benar dilepas ke hutan yang lebih luas. Di sini, satwa hidup tanpa intervensi manusia, menguji apakah skill survival mereka sudah matang.
  • Wildlife Dreamland: Area suaka yang memungkinkan satwa untuk beradaptasi secara bertahap dalam lingkungan yang aman namun menantang.

Pada dasarnya, Sekolah Hutan adalah tahap kritis yang menentukan keberhasilan konservasi. Satwa yang berhasil ‘lulus’ dari sekolah ini adalah satwa yang telah pulih fisik dan psikisnya, dan siap merebut kembali kehidupan liarnya di hutan Kalimantan yang sehat. (one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *