Subscribe

Infrastruktur Jadi Kunci, Gubernur Kaltim Dorong Percepatan Konektivitas

2 minutes read

Samarinda – Komitmen mempercepat pembangunan infrastruktur kembali ditegaskan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud. Dalam momentum Halalbihalal Idulfitri 1447 Hijriah, ia menekankan bahwa masa depan Kaltim sangat ditentukan oleh kekuatan konektivitas wilayah yang ditopang sinergi seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, soliditas antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga Forkopimda bukan sekadar simbol kebersamaan, melainkan fondasi utama untuk menuntaskan berbagai persoalan mendasar, terutama pembangunan infrastruktur yang masih belum merata.

“Sinergi yang kuat akan mempercepat pembangunan, termasuk membuka akses daerah-daerah yang selama ini masih tertinggal,” tegasnya di Pendopo Odah Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Minggu (22/3/2026).

Sorotan utama gubernur yang sempat viral karena pengadaan mobil dinas Rp8,49 miliar itu tertuju pada kondisi infrastruktur jalan menuju wilayah pedalaman, khususnya akses ke Kabupaten Kutai Barat. Ruas jalan nasional yang menghubungkan kawasan tersebut disebut masih dalam kondisi rusak dan membutuhkan penanganan segera.

Kondisi ini dinilai tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga memperlambat distribusi logistik, mulai dari bahan pokok hingga energi. Padahal, kelancaran arus barang menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Infrastruktur jalan bukan hanya soal konektivitas, tapi juga soal harga kebutuhan pokok, kesejahteraan masyarakat, dan percepatan pembangunan wilayah,” jelasnya.

Ia meminta pemerintah kabupaten terkait bersama pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret agar perbaikan jalan dapat dipercepat dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

Selain itu, Ketua DPD Partai Golkar Kaltim itu juga menyinggung masih adanya desa tertinggal di Kaltim yang erat kaitannya dengan keterbatasan akses infrastruktur.

Menurutnya, percepatan pembangunan jalan, jembatan, dan akses transportasi menjadi kunci untuk membuka isolasi wilayah sekaligus meningkatkan pelayanan dasar.

Dalam konteks yang lebih luas, Rudy menilai pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan penguatan koordinasi lintas sektor. Tanpa kolaborasi yang solid, berbagai program strategis akan sulit mencapai hasil maksimal.

Momentum Idulfitri, lanjutnya, harus menjadi titik balik untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan pembangunan yang lebih merata dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Ketika akses terbuka, distribusi lancar, dan wilayah terhubung, maka pertumbuhan ekonomi akan mengikuti. Di situlah kesejahteraan masyarakat bisa benar-benar kita wujudkan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *