Subscribe

Inflasi Januari 2026 “Agak Laen”? Tenang, Kemenkeu Bilang Cuma Sementara!

2 minutes read

Jakarta, nusaetamnews.com : Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis angka inflasi Januari 2026 yang nembus 3,55% (yoy). Angka ini memang sedikit “offside” dari target Bank Indonesia yang dipatok di level 2,5% pm 1%. Tapi, Kementerian Keuangan minta kita tetap tenang karena ini diprediksi bakal normal lagi di bulan Maret.

Kenapa Bisa Naik?

Ternyata ada efek “kaget” dari kebijakan tahun lalu. Febrio Kacaribu, Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, menjelaskan kalau kenaikan ini dipicu oleh:

  • Efek Diskon Listrik: Tahun lalu ada kebijakan diskon listrik yang bikin basis angkanya rendah. Begitu harganya balik normal, komponen administered price (harga yang diatur pemerintah) langsung melonjak drastis dari 1,93% ke 9,71%.
  • Kilau Emas: Inflasi inti naik jadi 2,45%, salah satunya karena harga emas dunia yang lagi terbang tinggi sampai 76,5% (yoy).

Kabar Baiknya: Harga Pangan Lagi “Healing”

Meski inflasi tahunan naik, kalau dilihat secara bulanan (mtm), kita sebenarnya mengalami deflasi -0,15%. Artinya, harga barang-barang di pasar justru lagi turun dibanding bulan lalu.

Para “bintang” yang bikin dompet lebih lega bulan ini adalah:

  • Aneka Cabai & Bawang
  • Daging & Telur Ayam
  • Aneka Sayuran

Komitmen Pemerintah

Pemerintah janji bakal terus jagain harga pangan di kisaran 3-5%, apalagi dengan tantangan cuaca yang nggak menentu. Strateginya cuma dua: pastiin stok aman dan distribusinya nggak macet.

“Tekanan ini bersifat temporer. Kita targetkan normalisasi total pada Maret mendatang,” tutup Febrio. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *