Subscribe

Inflasi Berau Terendah se-Kaltim, Bupati Sri Juniarsih: Jangan Lengah!

2 minutes read

TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau sukses mencatatkan prestasi gemilang dengan angka inflasi terendah di Provinsi Kalimantan Timur pada Maret 2026. Meski begitu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengingatkan jajarannya untuk tidak “kecolongan” dan tetap waspada terhadap gejolak harga pangan ke depan.

Berdasarkan data terbaru, inflasi tahunan (y-on-y) Berau berada di angka 2,38 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,95. Capaian ini terbilang impresif mengingat Maret 2026 merupakan periode krusial dengan adanya tiga Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) sekaligus: Ramadan, Nyepi, dan Idul Fitri.

Strategi 4K Jadi Kunci Sukses

Bupati Sri Juniarsih menegaskan bahwa stabilnya harga di Berau bukan kebetulan, melainkan hasil dari eksekusi strategi 4K (Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif).

“Ini indikator bahwa pengendalian inflasi di Berau berjalan efektif di tengah tiga HBKN. Namun, semua harus tetap waspada, terutama terhadap komoditas pangan yang sangat memengaruhi daya beli masyarakat,” tegas Sri Juniarsih di Tanjung Redeb, Sabtu (04/04).

Sepanjang Maret saja, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Berau telah tancap gas dengan menggelar enam kali Gerakan Pangan Murah serta berbagai operasi pasar untuk menjaga kantong masyarakat tetap aman.

Waspada Kelompok Perawatan Pribadi yang “Melonjak”

Meski secara umum terkendali, ada beberapa sektor yang perlu mendapat perhatian khusus. Berdasarkan data pengeluaran, kenaikan inflasi tahunan dipicu oleh beberapa kelompok utama:

  • Perawatan Pribadi & Jasa Lainnya: Melonjak tajam hingga 14,14 persen.
  • Penyediaan Makanan & Minuman/Restoran: Naik 3,4 persen.
  • Makanan, Minuman, & Tembakau: Naik 3,14 persen.

Selain kebutuhan pokok, komoditas bernilai tinggi seperti emas juga menjadi salah satu penyumbang tekanan inflasi di Bumi Batiwakkal.

Sinergi Lintas Sektor

Menghadapi tantangan ke depan, Pemkab Berau memastikan akan memperkuat kolaborasi dengan TPID Provinsi Kaltim. Tujuannya jelas: memastikan rantai pasok pangan tetap aman dan distribusi barang ke Berau tidak terhambat.

Bupati menginstruksikan Dinas Tanaman Pangan, Dinas Koperasi dan Perindustrian, serta TPID untuk terus memantau stok di lapangan secara real-time. “Kami akan terus bersinergi agar stabilitas harga terjaga dan tidak membebani masyarakat,” tutupnya.(ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *