IKN Siap Sambut ASN: Menko Polkam Pastikan Pindah Ibu Kota Bakal “Smooth” dan Bertahap
PENAJAM PASER UTARA — Proyek pemindahan ibu kota negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur terus dipacu. Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan bahwa proses migrasi pusat pemerintahan ini tidak akan dilakukan secara grasah-grusuh, melainkan bakal mengikuti kesiapan infrastruktur di lapangan.
Dalam kunjungannya ke kawasan Sepaku, Penajam Paser Utara pada Rabu, Djamari memastikan bahwa progres pembangunan saat ini sudah berada di jalur yang benar.
Strategi “Ready to Use”: Infrastruktur Siap, Langsung Gas!
Djamari menjelaskan bahwa pemerintah menggunakan pendekatan yang terukur. Artinya, kementerian yang gedung dan fasilitasnya sudah rampung 100 persen bisa langsung memulai aktivitas berkantor di IKN.
“Perpindahan ibu kota dilakukan secara terukur, mengikuti progres pembangunan dan kesiapan layanan. Kalau sarana prasarana sudah tersedia, sebagian pegawai bisa mulai berkantor di sini,” ujar Djamari di lokasi peninjauan.
Cek Fasilitas Inti: Bukan Cuma Kantor, Tapi Ekosistem Hidup
Fokus peninjauan kali ini nggak cuma soal gedung kantor yang megah, tapi juga kesiapan ekosistem pendukung untuk para aparatur negara, seperti:
- Fasilitas Inti Pemerintahan: Kesiapan infrastruktur utama penopang birokrasi.
- Kebutuhan Dasar: Ketersediaan hunian bagi ASN yang pindah.
- Layanan Publik: Fasilitas kesehatan (rumah sakit), sekolah untuk anak-anak pegawai, hingga akses pasar dan logistik.
“Fasilitas seperti rumah sakit, sekolah, sampai pasar adalah modal penting. Ini semua harus dipastikan siap untuk mendukung kenyamanan mereka yang pindah ke IKN,” tambahnya.
Progres Lapangan: Siap Pakai!
Sejauh ini, perkembangan infrastruktur di kawasan inti menunjukkan kemajuan signifikan. Djamari menilai IKN sudah mulai “bernyawa” dan siap digunakan untuk mendukung aktivitas pemerintahan baru Indonesia. Sejumlah kementerian pun sudah mulai menyusun list pegawai yang akan berangkat di gelombang pertama, menyesuaikan dengan kapasitas gedung yang sudah jadi. Transformasi dari Jakarta ke Nusantara kini bukan lagi sekadar rencana, tapi sudah di depan mata. (ant/one)