Hutan Kaltim Masih Dominan, Tantangan Menjaga di Tengah Tekanan Ekonomi
SAMARINDA – Di tengah gencarnya pembangunan dan aktivitas ekonomi, Kalimantan Timur justru masih mampu mempertahankan dominasi kawasan hutannya. Hingga periode 2024–2025, tutupan lahan berhutan di provinsi ini tercatat mencapai sekitar 62 hingga 63 persen, atau setara 7,9 juta hektare.
Angka tersebut menjadi penanda bahwa Kaltim belum kehilangan “penyangga hidupnya”, meski tekanan terhadap lahan terus meningkat.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menegaskan kondisi ini bukan sekadar capaian statistik, melainkan amanah besar yang harus dijaga bersama.
“Status sebagai paru-paru dunia bukan hanya kebanggaan, tapi juga tanggung jawab kolektif,” ujarnya saat menghadiri silaturahmi Ramadan bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan para santri di Balikpapan.
Ia menjelaskan, bentang hutan Kaltim mencakup beragam ekosistem penting, mulai dari hutan lahan kering primer dan sekunder, mangrove, hingga hutan rawa dan tanaman industri. Keberagaman ini menjadikan Kaltim sebagai salah satu wilayah strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan, baik di tingkat nasional maupun global.
Dengan luas wilayah mencapai 127.346,92 kilometer persegi, Kaltim juga menghadapi tantangan besar, terutama sebagai lokasi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) serta meningkatnya aktivitas industri.
Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menjaga tutupan hutan tetap berada di atas ambang minimal nasional sebesar 30 persen. Artinya, lebih dari separuh wilayah Kaltim masih dipertahankan sebagai kawasan hijau.
Menurut Rudy, upaya pelestarian tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah. Peran dunia usaha, komunitas, hingga generasi muda dinilai sangat krusial dalam memastikan kelestarian hutan tetap terjaga.
Ia pun mendorong agar budaya menanam pohon tidak berhenti sebagai kegiatan simbolis, tetapi menjadi bagian dari gaya hidup, terutama di lingkungan sekolah dan pondok pesantren.
“Menanam pohon itu awal yang baik. Tapi merawatnya hingga tumbuh besar, itulah bentuk tanggung jawab kita terhadap masa depan,” tegasnya.