Subscribe

HIV/AIDS: Kadinkes Kaltim Ajak Gaspol Layanan Tanpa Stigma, Edutainment Jadi Kunci Lawan Diskriminasi!

2 minutes read

SAMARINDA, nusaetamnews.com:  Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Jaya Mualimin, mengajak semua elemen masyarakat langsung sat-set adaptasi dan memastikan layanan bagi penderita HIV (Human Immunodeficiency Virus) tetap optimal di tengah perubahan zaman. Mulai dari pencegahan, pemeriksaan, sampai pengobatan, semua harus jalan terus tanpa hambatan!

Dalam peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) yang jatuh setiap 1 Desember, Jaya menegaskan di Samarinda, Sabtu, bahwa acara ini bukan sekadar formalitas belaka. Ini adalah pengingat penting kalau penanggulangan HIV/AIDS butuh komitmen kolektif dari semua pihak.

“Tema global tahun ini adalah ‘Overcoming Disruption, Transforming the AIDS Response’ (Mengatasi Gangguan, Mentransformasi Respons AIDS), dan tema nasionalnya ‘Bangkit Hadapi Perubahan, Jaga Keberlanjutan Layanan HIV’,” ujarnya saat peringatan HAS 2025 yang dipusatkan di Kantor Gubernur Kaltim.

Strategi Edutainment: Fun dan Efektif Lawan Stigma

Acara yang digelar bareng Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kaltim ini dihadiri oleh berbagai komunitas kece, mulai dari pelajar, nakes (tenaga kesehatan), organisasi kepemudaan, hingga relawan peduli HIV/AIDS. Semuanya ikut aktif dalam rangkaian acara yang dikemas kreatif dan edukatif.

Jaya Mualimin menyoroti strategi Edutainment (Edukasi dan Hiburan) yang diusung tahun ini. Pendekatan yang menggabungkan edukasi, seni, dan hiburan ini dinilai paling nendang buat menyampaikan pesan pencegahan HIV sekaligus menghapus stigma yang masih jadi penyakit sosial di masyarakat.

“Lewat Edutainment, edukasi bisa dikemas lebih kreatif, menyenangkan, dan relate dengan generasi muda. Jadi, pesan tentang pencegahan dan penghapusan stigma dapat diterima lebih mudah oleh publik,” jelasnya.

Hak ODHIV: Aman, Layak, dan Didukung Penuh

Jaya mengakui bahwa stigma dan diskriminasi masih jadi tembok besar yang menghambat penanggulangan HIV. Karena itu, ia mengajak semua peserta untuk terus bersuara keras tentang pentingnya akses layanan kesehatan yang setara dan tanpa diskriminasi.

“Setiap orang berhak merasa aman, berhak mendapatkan layanan kesehatan yang layak, dan berhak untuk didukung penuh,” tegasnya.

Ia berharap, kegiatan Edutainment HAS 2025 ini bukan cuma jadi hiburan sesaat, tapi juga alarm pengingat bahwa setiap individu punya peran penting dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung bagi Orang dengan HIV (ODHIV).

“Kami ingin kembali tekankan bahwa kepedulian dan empati adalah kunci dalam perjuangan melawan HIV/AIDS. Tidak ada tempat bagi stigma dan diskriminasi, karena setiap individu berhak hidup sehat dan bermartabat,” tutup Jaya Mualimin.

Tentu, ini dia penyempurnaan berita tersebut dengan gaya jurnalistik yang lebih up-to-date, singkat, dan menarik untuk audiens milenial: (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *