Hidden Gems Ramadhan: Bubur Peca’ & Amparan Tatak Resmi Jadi Warisan Budaya Nasional!
Samarinda. Nusaetamnews.com : Buat warga Samarinda, berbuka puasa nggak lengkap rasanya tanpa “duet maut” kuliner legendaris ini. Kabar kerennya, Bubur Peca’ dan Amparan Tatak sekarang bukan cuma sekadar takjil, tapi sudah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda tingkat Nasional!
Pemprov Kaltim sukses mendaftarkan dua hidangan ini sebagai kekayaan otentik Nusantara. Check this out!
Bubur Peca’: Si Eksklusif dari Masjid Tertua
Ini bukan bubur biasa. Bubur Peca’ punya status “eksklusif” karena:
- Lokasi Khusus: Hanya dihidangkan sebagai menu buka puasa di Masjid Shirathal Mustaqiem (Masjid tertua di Samarinda).
- Vibe Tradisi: Makan bubur ini bareng-bareng di masjid bikin suasana Ramadhan makin berasa deep dan sakral.
Amparan Tatak: Sang “Primadona” Jalan Biawan
Kalau Bubur Peca’ itu eksklusif, Amparan Tatak adalah superstar di pasar takjil.
- Warzone Takjil: Di Jalan Biawan, Samarinda, kue ini jadi buruan utama sampai bikin jalanan macet total!
- Bestie-nya: Biasanya ditemani sama Sari Pengantin dan Lapis India.
- Ludes Kilat: Para pedagang senior kayak Haji Ichal (20 tahun jualan) dan Ibu Awaliyah (16 tahun jualan) bisa bikin sampai 40 loyang sehari dan tetap habis tak bersisa.
Quick Table: Mana Favoritmu?
| Nama Takjil | Karakteristik | Lokasi “Hunting” |
| Bubur Peca’ | Gurih, hangat, sarat nilai sejarah. | Masjid Shirathal Mustaqiem. |
| Amparan Tatak | Manis, lembut (jenis kue talam), tekstur khas. | Kawasan Jalan Biawan. |
| Sari Pengantin | Manis legit, warna cantik. | Pasar Takjil Biawan. |
Kenapa Harus Bangga? Penetapan sebagai Warisan Budaya Tak Benda ini bukan cuma soal label, tapi soal:
- Pelestarian Resep: Menjaga agar resep otentik nggak hilang ditelan zaman frozen food.
- Identitas Lokal: Menegaskan kalau Samarinda punya kekayaan rasa yang nggak kalah saing secara nasional.
- Ekonomi Kreatif: Bikin pedagang lokal makin semangat buat terus berinovasi tanpa ninggalin akar tradisi. (ant/one)