Subscribe

Gubernur Kaltim akan Buka Isolasi Empat Desa di Samping IKN. Tahun ini Siapkan Rp100 Miliar Bangun Jalan

2 minutes read

Samarinda – Delapan dekade Indonesia merdeka, masih ada desa yang harus bergulat dengan lumpur dan debu untuk sekadar keluar kampung. Di Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat, empat desa yakni Tanjung Soke, Deraya, Gerunggung, dan Lemper, selama ini hidup dengan akses jalan seadanya. Saat hujan, kendaraan terperosok. Saat kemarau, debu menyesakkan.

Padahal letaknya tak jauh dari kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Ironisnya, tiga dari empat desa itu masih berstatus tertinggal. Satu desa, Lemper, baru setahun terakhir naik menjadi desa berkembang. Namun urusan jalan, semuanya sama. Terisolasi.

Laporan tentang kondisi itu baru sampai ke Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud dua pekan lalu dalam rapat rutin. Awalnya, Pemprov Kaltim memprioritaskan jalur Bongan–Sotek sepanjang 103 kilometer untuk memperpendek konektivitas Kutai Barat ke Penajam Paser Utara dan Balikpapan, sekaligus mendekat ke IKN.

Namun arah kebijakan berubah cepat.
“Bongan–Sotek itu prioritas, tapi karena Gerunggung, Deraya, Tanjung Soke dan Lemper lebih prioritas, maka anggaran kita geser,” tegas Rudy dalam Morning Briefing, 23 Februari 2026.

Keputusan berlanjut. Tahun ini Pemprov Kaltim menyiapkan anggaran Rp101,1 miliar untuk membangun jalan Bongan–Gerunggung sepanjang 22 kilometer.

Jalan sepanjang 22 kilometer itu diharapkan menjadi urat nadi baru bagi ribuan warga yang selama ini bergantung pada akses terbatas untuk pendidikan, layanan kesehatan, distribusi barang, hingga hasil pertanian.

Namun ada pekerjaan rumah administratif. Status jalan tersebut masih jalan kabupaten. Artinya, perlu pengalihan status menjadi jalan provinsi atau skema lain yang sesuai aturan agar pembangunan bisa segera dimulai tanpa melanggar regulasi.

“Karena statusnya jalan kabupaten, harus segera dialihkan ke provinsi atau bagaimana caranya agar bisa kita bangun. Tapi tetap sesuai koridor aturan,” tegasnya lagi.

Jika jalan itu mulus, dampaknya bukan sekadar memudahkan kendaraan lewat. Skor Indeks Desa Membangun (IDM) bisa terdongkrak. Status desa tertinggal berpeluang naik menjadi berkembang. Dan Kaltim bisa mendekati target tanpa lagi menyisakan desa tertinggal.

Setelah Bongan–Gerunggung rampung, barulah jalur Bongan–Sotek diharapkan kembali masuk daftar prioritas, tentu dengan catatan kondisi fiskal daerah memungkinkan.

Untuk warga Tanjung Soke, Deraya, Gerunggung, dan Lemper, Rp100 miliar itu bukan sekadar angka. Itu adalah jalan pulang yang tak lagi berlumpur. Itu adalah akses menuju sekolah tanpa takut terjebak. Itu adalah tanda bahwa mereka akhirnya benar-benar diperhatikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *