Go Global! Indonesia Nge-Gas Skema Harga Karbon di COP30 Brasil
BELÉM, BRASIL – Pemerintah Indonesia nggak mau ketinggalan di panggung dunia! Di Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP30) di Belém, Brasil, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, negasin kalau Indonesia terus nge-gas upaya penguatan peluang penetapan harga karbon (Carbon Pricing).
“Indonesia telah mengambil langkah-langkah yang berani dan strategis untuk memperkuat peluang penetapan harga karbon di Indonesia,” kata Hanif Faisol Nurofiq, Selasa (11/11) waktu setempat.
Kolaborasi Global Standard & MRA
Salah satu langkah brilian Indonesia adalah membangun framework tata kelola yang kuat dan berkolaborasi dengan skema kredit independen global lewat Perjanjian Pengakuan Bersama (Mutual Recognition Agreement/MRA).
Siapa saja yang digandeng? Ada Gold Standard, Plan Vivo, Global Carbon Council (GCC), Verra, dan Puro Earth. Full power!
Pertamina Auto Cuan Rp2,5 M di Hari Pertama
Hanif juga happy banget sama hasil sesi perdana Seller Meet Buyer (SMB) di Paviliun Indonesia. Sesi ini sengaja digelar buat ngebangun kepercayaan pasar.
- Penjualan Perdana: PT Pertamina langsung sukses menjual karbon kepada Bank Mandiri dan CIMB Niaga!
- Nilai Transaksi: Sebesar 37 ribu ton karbon, atau senilai Rp2,5 miliar!
“Dengan demikian, maka upaya (promosi) kita akan lebih mudah dikenal,” ujar Hanif.
Target Fantastis: Rp16 Triliun dari Carbon Trading
Ambisi Indonesia di COP30 nggak main-main. Pemerintah menargetkan transaksi hingga 90 juta ton CO2 dengan nilai fantastis, Rp16 triliun, dari perdagangan karbon selama konferensi ini berlangsung!
Perdagangan karbon ini bakal difokuskan di tiga sektor utama:
- Sektor Energi.
- Sektor FOLU (Forestry and Other Land Uses).
- Sektor Sampah.
Indonesia on fire menuju ekonomi hijau! (ant/one)