Subscribe

Giliran BUMD! Gubernur Kaltim Ingin Kelola Sumur Migas Tua, Gak Mau Jadi Penonton Lagi!

2 minutes read

Samarinda (nusaetamnews.com) :  It’s time for BUMD to shine! Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud tegas mengarahkan agar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) diberi kesempatan mengelola sumur-sumur minyak dan gas (migas) tua di provinsi penghasil energi terbesar ini.

Arahan bold ini disampaikannya di Samarinda, Minggu, saat menjadi narasumber dalam Upstream Oil and Gas Executive Meeting untuk Wilayah Kalimantan dan Sulawesi.

“Kami juga terus berjuang agar pengelolaan sumur-sumur tua migas bisa dilakukan oleh BUMD,” tegas Gubernur Rudy.

Tujuan utama pelibatan BUMD? Untuk mengoptimalkan peran perusahaan daerah dalam industri hulu migas. Rudy gak mau daerah cuma jadi background doang.

Dorong PI 10% dan Peran Player

Rudy Mas’ud juga all-out berjuang meningkatkan penerimaan daerah dari sektor energi. Salah satu cara yang terus didorong adalah melalui skema Participating Interest (PI) 10 persen dari blok-blok migas yang beroperasi di Kaltim.

Gubernur menekankan pentingnya daerah penghasil migas ikut berpartisipasi dan gak cuma nontonin kegiatan industri hulu migas.

“Kami tidak berharap banyak, tetapi paling tidak daerah ini diberikan kesempatan untuk tidak hanya menjadi penonton,” ujarnya.

Rudy berharap Kaltim bisa berperan sebagai pemain utama yang terlibat langsung dalam proses hulu migas.

Kaltim: The Giant Migas Indonesia

Fakta yang bikin Kaltim makin powerfull adalah: Provinsi ini masih jadi daerah penghasil migas terbesar di Indonesia.

  • Total Wilayah Kerja (WK) Migas: 41 WK di Kaltim.
  • Status Eksploitasi: 28 WK sudah dalam tahap eksploitasi.
  • Batas Laut: 32 WK berada dalam batas 12 mil laut, dan 9 WK di luar batas itu.

Dengan jumlah WK sebanyak itu, tuntutan agar BUMD bisa mengelola sumur-sumur tua demi kesejahteraan daerah memang jadi concern yang sangat wajar! (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *