Gen Z & Milenial Jadi ‘Mesin’ Baru Pariwisata Dunia
Jakarta, nusaetamnews.com : Kabar gembira buat kamu para digital native dan pemburu experience! Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, baru-baru ini menobatkan generasi Gen Z dan Milenial sebagai motor baru pertumbuhan pariwisata global. Yup, kalian lah yang sekarang jadi penentu arah traveling dunia, guys!
Dalam acara Tourism Outlook di Jakarta, Rabu (25/10), Widiyanti menegaskan adanya pergeseran besar dalam dunia jalan-jalan. Bukan cuma soal destinasi, tapi juga cara kita planning dan motivasi di baliknya.
“Ada perubahan demografi, Gen Z dan Milenial kini menjadi motor baru pertumbuhan pariwisata dunia dengan minat pariwisata paling tinggi. Karena itu, kita perlu menghadirkan pengalaman yang sesuai dengan preferensi mereka,” ujar Widiyanti.
3 Pergeseran Tren Traveling Global: Kalian Banget!
Widiyanti menjabarkan tiga perubahan tren pariwisata yang didominasi oleh style Gen Z dan Milenial:
1. Doyan Scroll, Planning Anti Ribet
- Sumber Inspirasi: Kalian paling aktif cari info dan inspirasi di media sosial. Review dari content creator lebih didengar ketimbang iklan tradisional.
- Teknologi A List: Bahkan, Generative AI sekarang sudah jadi andalan buat bantu bikin itinerary. Praktis dan sat set!
2. Experience Over Everything (E.O.E)
- Prioritas: Ini yang paling epic! Kedua generasi ini jauh lebih mementingkan pengalaman autentik dan storytelling dari pengalaman tersebut.
- Rela Gocéi Lebih: “52 persen Gen Z rela mengeluarkan uang lebih untuk pengalaman berwisata jauh lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya,” kata Widiyanti. Jauh banget dibanding Baby Boomers yang cuma 29 persen! Siap-siap, budget experience memang harus di-gaspol!
3. Destinasi Anti-Mainstream Lagi Naik Daun
- Bukan Hanya Top of Mind: Tempat yang tadinya underrated atau cuma detour (sekitaran destinasi utama) kini makin dicari.
- Kenapa? Karena kalian mencari pengalaman baru dan unik yang Instagrammable tapi beda dari feed kebanyakan.
🇮🇩 Peluang Indonesia: Go Digital, Go Authenticity!
Perubahan ini adalah green light buat pariwisata Indonesia. Widiyanti mencontohkan keberhasilan Pacu Jalur di Riau yang masuk agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2025:
- Promosi Tepat Sasaran: Promosinya di-gaspol lewat digital dan fokus pada pengalaman autentik.
- Dampaknya: Meraih puluhan juta impression di medsos dan sukses menarik 1,6 juta pengunjung! Bukti nyata kalau pendekatan digital itu works!
Tinggal Lebih Lama? Challenge Accepted!
Widiyanti juga menyoroti potensi wisata intra-regional (sesama Asia Tenggara) yang diperkirakan naik dari 24 persen (2023) jadi 30 persen di 2030.
- Strategi Combo: Indonesia bisa re-packaging produk wisata. Gabungkan destinasi populer dengan tempat MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di sekitarnya.
- Contoh Keren: Dari Bali (pantai dan resort), wisatawan bisa lanjut spill the tea ke Banyuwangi buat nangkep sisi lain Pulau Jawa.
- Tujuannya: Mendorong wisatawan tinggal lebih lama dan explore lebih banyak tempat! Karena Indonesia itu kaya dari alam, budaya, sampai kuliner, dan destinasi yang berdekatan pun punya persona yang beda-beda.
Intinya, dunia pariwisata sekarang ada di tangan kalian, Gen Z dan Milenial. Indonesia siap upgrade pengalaman traveling kamu jadi lebih memorable dan authentic. Siap booking tiket berikutnya? (ant/one)