Subscribe

GEMS Hijau Kaltim: Disbun Genjot SDM Jaga Plasma Nutfah Kopi & Kakao Lokal!

2 minutes read

SAMARINDA , nusaetamnews.com : Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengambil langkah strategis untuk mengamankan aset genetik masa depan daerah. Disbun Kaltim kini fokus memperkuat kapasitas petugas dalam mengidentifikasi plasma nutfah—sumber daya genetik lokal—khususnya pada komoditas unggulan seperti kopi dan kakao.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengawasan Benih Perkebunan (PBP) Disbun Kaltim, Eka Rini Elvianti, di Samarinda, Sabtu (8/11/2025), menegaskan pentingnya langkah ini. “Plasma nutfah adalah aset strategis yang menjadi dasar pengembangan varietas unggul di masa depan,” kata Rini.

Pelatihan Eksplorasi: Upgrade Skill Petugas Lapangan

Untuk memastikan potensi genetik lokal teridentifikasi dan terlestarikan, Disbun Kaltim menggelar Pelatihan Eksplorasi, Identifikasi, Penilaian, dan Inventarisasi Plasma Nutfah. Pelatihan ini adalah bukti komitmen jangka panjang pemerintah daerah untuk mengelola dan mengembangkan sumber daya lokal secara berkelanjutan.

Kenapa Plasma Nutfah Penting?

  • Modal Perbaikan Varietas: Keanekaragaman genetik adalah kunci untuk menciptakan varietas unggul baru.
  • Ketahanan & Adaptasi: Varietas unggul baru dapat memiliki sifat yang lebih baik, seperti peningkatan produktivitas dan ketahanan terhadap perubahan iklim, hama, dan penyakit yang makin kompleks.
  • Ekonomi Tinggi: Kopi dan kakao merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi yang penting untuk meningkatkan pendapatan petani Kaltim.

Rini menekankan bahwa konservasi plasma nutfah adalah tanggung jawab jangka panjang yang memerlukan sinergi dan komitmen dari instansi pemerintah dan pihak terkait.

Target: Kaltim Jadi Percontohan Konservasi Genetik

Peserta pelatihan diharapkan dapat mencapai target berikut:

  1. Meningkatkan Kemampuan Teknis: Mahir dalam melakukan eksplorasi dan identifikasi plasma nutfah langsung di lapangan.
  2. Menguasai Standar Ilmiah: Memahami metode penilaian dan dokumentasi karakter tanaman kopi dan kakao sesuai standar ilmiah yang berlaku.
  3. Membangun Basis Data: Berkontribusi aktif dalam menciptakan basis data plasma nutfah lokal yang kaya dan akurat.

“Dengan memperkuat kapasitas SDM dan memperkaya data sumber genetik lokal, diharapkan pengembangan varietas unggul dapat berjalan lebih terarah, produktif, dan berdaya saing tinggi,” ujar Rini penuh optimisme.

Pelatihan ini tidak akan berhenti di kelas, tetapi akan langsung diimplementasikan di lapangan melalui kegiatan eksplorasi dan pendataan nyata. Tujuannya: menjadikan Kaltim percontohan dalam konservasi dan pengembangan ‘harta karun’ genetik tanaman perkebunan. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *