Subscribe

Gebrakan Kukar Lawan Stunting: PMT Jadi Senjata Utama, Angka Prevalensi Anjlok Drastis!

2 minutes read

Muara Wis, Kukar, nusaetamnews.com : Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) unjuk gigi dalam pertarungan melawan stunting. Melalui strategi jitu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang menyasar balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, Kukar sukses mencatatkan diri sebagai daerah paling berhasil menurunkan angka stunting di Kalimantan Timur.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa program PMT ini adalah langkah strategis dan konkret untuk meningkatkan gizi masyarakat sejak dini. “PMT kepada para balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, ini sebagai bagian dari upaya menekan angka stunting dan untuk meningkatkan gizi masyarakat,” kata Bupati Aulia saat menyerahkan PMT di Kecamatan Muara Wis, Senin.

Kukar ‘Juara’ Stunting di Kaltim

Keberhasilan Kukar ini bukan isapan jempol. Berkat PMT dan serangkaian program terpadu lainnya, statistik menunjukkan penurunan yang sangat signifikan.

  • 2022: Prevalensi stunting Kukar mencapai 27,1%.
  • 2023: Turun drastis menjadi 17,6%.
  • 2024: Kembali anjlok hingga mencapai 14,3%.

Angka ini jauh di bawah rata-rata stunting Kaltim tahun 2024 yang masih bertengger di angka 22,2%.

Bupati Aulia menyebutkan, pencapaian luar biasa ini adalah hasil dari kolaborasi intensif yang melibatkan semua lini, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah, lembaga sosial, swasta, Puskesmas, Posyandu, hingga para Kader Stunting dan elemen masyarakat lainnya.

“Keberhasilan ini merupakan upaya bersama dalam konsistensi mendukung program pemerintah pusat dan daerah dalam mencerdaskan generasi penerus,” ujarnya. Ia menekankan bahwa semakin kecil angka stunting, semakin tinggi potensi Kukar melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas untuk menyongsong “Generasi Emas.” Untuk mempertahankan tren positif, Bupati Aulia juga meminta pihak terkait untuk mengintensifkan edukasi, terutama mengenai pentingnya asupan gizi seimbang dan pola makan sehat selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu periode krusial sejak janin dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. (ANT/One)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *