Subscribe

Gaspol Target 10,74 Persen, Pemkab Kutim Duetkan Renstra 2026-2027 Demi Ekonomi Berkelanjutan

2 minutes read

Sangata, nusaetamnews.com :  Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi mengambil langkah strategis dengan memadukan Rencana Strategis (Renstra) tahun 2026 dan 2027. Langkah “duet” perencanaan ini diambil demi memastikan program pembangunan ekonomi di wilayah tersebut tetap sustainable dan tidak kehilangan momentum.

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menegaskan bahwa Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 wajib sinkron dengan kondisi riil di lapangan saat ini. Hal ini krusial untuk menjawab tantangan perlambatan ekonomi yang tengah membayangi.

“Perekonomian harus tumbuh lebih cepat dan berkelanjutan. Kita tidak bisa lagi cuma bergantung pada kekuatan fiskal daerah atau APBD,” ujar Mahyunadi di Sangatta, Kamis.

Target Ambisius: Tumbuh 10,74 Persen

Bukan tanpa alasan langkah ini diambil. Berdasarkan dokumen perencanaan pembangunan, Pemkab Kutim memasang target pertumbuhan ekonomi yang cukup challenging di angka 10,74 persen untuk tahun depan.

Untuk mencapai angka dua digit tersebut, Mahyunadi menekankan beberapa poin kunci:

  • Optimalisasi Ekonomi Rakyat: Mendorong produktivitas langsung dari aktivitas masyarakat.
  • Penguatan Sektor UMKM: Menjadikan pelaku usaha kecil sebagai motor penggerak utama.
  • Upgrade SDM & Infrastruktur: Memastikan kualitas manusia dan sarana penunjang dalam kondisi siap tempur.

Bye-bye “Manja” Anggaran, Saatnya Proaktif

Dalam arahannya, Mahyunadi juga menyentil soal perubahan mindset dalam pengelolaan pembangunan. Ia meminta seluruh jajaran instansi untuk berhenti merasa “nyaman” hanya dengan mengandalkan APBD.

“Dulu mungkin kita agak manja karena anggaran selalu tersedia. Sekarang polanya harus diubah. Kita harus aktif bergerak, jemput bola ke tingkat provinsi hingga pusat untuk menggali dana alternatif atau bantuan keuangan,” tegasnya.

Langkah Konkret: Berbasis Data, Bukan Sekadar Kertas

Dua hari pasca Musrenbang Penyusunan Rencana Kerja 2027, Wabup Mahyunadi kembali menekankan bahwa perencanaan tidak boleh hanya jadi “pemanis” di atas kertas. Strategi yang disusun harus fakta-oriented dan mampu menjawab dinamika ekonomi terkini.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Kutim akan segera menggelar rapat terbatas dengan tim ekonomi daerah. Agendanya jelas: merumuskan taktik percepatan ekonomi yang lebih terukur agar tren penurunan pertumbuhan bisa segera di-rebound. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *