Subscribe

Gaspol 6%! Menkeu Purbaya Optimis Ekonomi Indonesia Bakal “Terbang” di Tahun 2026

3 minutes read

Jakarta, nusaetamnews.com : Di tengah prediksi lembaga internasional yang cenderung “dingin”, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru menebar optimisme tinggi. Tak tanggung-tanggung, Purbaya yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini bisa menembus angka 6%.

Target ini tergolong sangat agresif, mengingat angka tersebut melampaui asumsi RAPBN yang dipatok di level 5,4%, bahkan jauh di atas realisasi tahun lalu yang sebesar 5,11%.

Melawan Arus Prediksi Global

Sikap “pede” Menkeu ini muncul di saat Bank Dunia (World Bank) hanya memproyeksikan ekonomi kita di angka 5,0%, dan IMF di kisaran 5,1%. Namun, Purbaya punya alasan kuat di balik optimismenya.

“Saya yakin bisa mendorong ke angka 6%,” ujar Purbaya dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Revitalisasi Galangan Kapal di Jakarta, Selasa (10/2).

Bukan cuma omon-omon, data Januari 2026 menunjukkan sinyal positif dengan pertumbuhan di level 5,39%. Menurutnya, ini adalah bukti nyata bahwa mesin ekonomi mulai panas, bukan sekadar angka di atas kertas.

“Curhat” dan Candaan di Ayana MidPlaza

Ada momen menarik saat Purbaya melempar jokes segar di depan para pengusaha galangan kapal. Menyinggung target ambisiusnya, ia berseloroh tentang tanggung jawabnya kepada pimpinan.

“Kalau tercapai saya akan langsung lapor Pak Presiden, tapi kalau gagal saya lapor ke Pak Hashim saja,” canda Purbaya yang disambut tawa riuh audiens, termasuk Hashim Djojohadikusumo yang hadir sebagai Utusan Khusus Presiden.

Candaan ini sekaligus menyiratkan kedekatan dan soliditas tim ekonomi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, yang saat ini memang mengantongi approval rate (tingkat kepuasan publik) yang sangat tinggi.

Jurus Andalan: Genjot Kredit & Semprot Oknum

Apa rahasia untuk mencapai 6%? Purbaya membocorkan beberapa strategi kuncinya:

  1. Likuiditas adalah Kunci: Purbaya mendorong pertumbuhan kredit hingga 15%. Sebagai perbandingan, kredit sempat drop ke 0% pada Agustus tahun lalu, namun merangkak naik ke 9% di akhir 2025, dan menyentuh 11% pada Januari 2026.
  2. Sinergi dengan Bank Indonesia: Memastikan uang beredar cukup di pasar agar perbankan nggak pelit kasih pinjaman ke sektor usaha.
  3. Sentil Birokrasi “Nakal”: Purbaya memberikan peringatan keras kepada kementerian yang mengaku sudah kasih kemudahan izin tapi faktanya pengusaha masih mengeluh di lapangan. Ia menyindir adanya “permainan” oknum yang menghambat sinkronisasi kebijakan.

Pesan Buat Anak Saham: Don’t Panic!

Buat kalian para investor saham yang mungkin lagi deg-degan melihat fluktuasi pasar, Menkeu punya pesan khusus: Jangan buru-buru “cabut” alias panic selling.

“Sepanjang outlook dan fondasi ekonomi kita bagus, investasi asing akan tetap masuk. Jadi yang main saham, jangan buru-buru lari. Bentar juga naik lagi,” tegasnya. Menurutnya, kalau investor ritel lokal kabur saat harga turun, mereka justru akan rugi saat investor asing masuk dan menyapu keuntungan.

Untuk mencapai target 6%, Indonesia memang perlu menjaga konsumsi rumah tangga tetap stabil di atas 5% dan memastikan investasi (PMTB) tumbuh signifikan, terutama di sektor hilirisasi dan industri maritim yang menjadi fokus FGD kali ini. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *