Subscribe

Gaspol 2026! Gubernur Rudy Mas’ud: Jangan Bangun Generasi Emas di Atas Fondasi ‘Besi Tua’

2 minutes read

SAMARINDA, nusaetamnews.com : Gubernur Kalimantan Timur, Dr. H. Rudy Mas’ud (akrab disapa Harum), tampaknya tidak main-main dalam menatap tahun 2026. Dalam sesi Morning Briefing yang berlangsung Senin (22/12/2025) lalu, ia mengirimkan pesan “peringatan” sekaligus visi besar bagi seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Kaltim.

Gubernur Harum menegaskan bahwa tahun depan adalah momentum untuk memastikan setiap rupiah APBD tidak hanya habis di atas kertas laporan, tapi benar-benar terasa di kantong dan meja makan rakyat.

Brida Diminta “Audit” Dampak Program

Tak mau hanya sekadar menerima laporan administratif, Gubernur meminta Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kaltim untuk segera melakukan riset mendalam. Misinya satu: mengukur efektivitas program pembangunan secara objektif.

“Riset harus dilakukan secara mendalam. Jangan sampai program cuma berhenti di laporan saja, tapi manfaatnya tidak sampai ke masyarakat,” tegas Gubernur Harum.

Bahkan, demi menjaga objektivitas, ia menyarankan Brida menggandeng lembaga riset independen. Menurutnya, program yang tidak berdampak nyata bagi kesejahteraan rakyat adalah sebuah kegagalan.

Sindiran Tajam: “Jangan Bangun Generasi Emas Pakai Besi Tua”

Gubernur Harum juga melontarkan kritik pedas sebagai pengingat bagi anak buahnya. Ia mengibaratkan perencanaan program yang buruk seperti membangun sesuatu tanpa fondasi yang kokoh.

“Bagaimana kita mau membangun Generasi Emas kalau fondasinya besi tua?” ujarnya retoris.

Kalimat ini menjadi pemacu bagi Pemprov Kaltim untuk fokus pada dua program unggulan yang akan menjadi skala prioritas di 2026: Gratispol dan Jospol. Kedua program ini diharapkan menjadi instrumen strategis untuk memperkuat SDM dan layanan publik di Benua Etam.

Rapor Merah atau Biru? Evaluasi Kepala OPD Menanti di Februari

Bukan sekadar bicara program, Gubernur Harum juga menyoroti kinerja para pimpinan OPD. Kabar buruk bagi mereka yang kinerjanya jalan di tempat: evaluasi total akan dilakukan pada Februari 2026, tepat satu tahun kepemimpinan duet Rudy Mas’ud – Seno Aji.

Gubernur mengungkapkan bahwa dirinya sudah mengantongi catatan kinerja para pejabat, baik secara formal maupun lewat pantauan langsung di lapangan.

“Kami akan melihat apakah jabatan ini sudah cocok atau belum. Prinsip kami jelas: The right man, the right job, and the right place. Kalau nggak nyambung, hasilnya nggak akan ketemu,” ungkapnya lugas.

Target 2026: Berbasis Data, Bukan Perasaan

Langkah tegas ini diambil untuk memastikan pelayanan publik di Kaltim semakin efektif dan terukur. Di bawah kepemimpinan Harum-Seno, Kaltim ditargetkan bertransformasi menjadi pemerintahan yang bekerja berbasis data (data-driven), bukan sekadar rutinitas formalitas.

Dengan komitmen “serupiah pun harus bermanfaat untuk rakyat”, 2026 diprediksi akan menjadi tahun pembuktian bagi akselerasi pembangunan di Kalimantan Timur. (ray)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *