Subscribe

Gara-gara Konten Medsos SARA, Anggota DPRD Kaltim Dipanggil BK! Mahasiswa Nggak Terima, Minta Tindak Tegas!

2 minutes read

SAMARINDA, nusaetamnews.com : Kursi panas di DPRD Kaltim! Salah satu anggota dewan, Abdul Giaz dari fraksi NasDem, tersandung masalah serius gara-gara konten video di media sosialnya yang diduga mengarah ke isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Penegak Keadilan (APPK) sampai menggelar demo dan audiensi di Kantor DPRD Kaltim pada Rabu (15/10) untuk mendesak agar anggota dewan ‘nakal’ itu ditindak tegas.

Ketua BK: Marwah Dewan Harus Dijaga!

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kaltim, Subandi, nggak tinggal diam. Ia menegaskan BK siap sikat anggota dewan yang melanggar etika. “Kami sudah mengundang yang bersangkutan untuk mengklarifikasi, karena tugas kami menjaga marwah dewan,” ujar Subandi saat menerima perwakilan APPK.

Koordinator Aksi, Rizal, menyuarakan keresahan publik. Menurutnya, perilaku anggota dewan yang kurang bijak di ruang publik, apalagi sampai menyentuh isu SARA, nggak boleh dibiarkan.

“Di Jakarta gaduh karena DPR RI statemen kurang bijak. Jangan sampai hal ini menimbulkan kegaduhan dan keresahan di publik,” cetusnya.

Subandi membenarkan bahwa kasus etika di kalangan dewan ini sensitif. Ia bahkan menyinggung kasus ‘joget’ yang viral dan membuat anggota dewan lain dinonaktifkan.

“BK DPRD tidak harus aduan resmi, tetapi dari sisi etik ‘kurang pas’, kita sebagai badan kehormatan tentu bergerak. Ini sudah membuat gaduh sebagian masyarakat,” jelas Subandi, yang berjanji akan bekerja profesional.

Ketua DPRD Kaltim Ingatkan Bahaya UU ITE!

Di sisi lain, Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud (Hamas), mewanti-wanti semua anggota dewan untuk lebih bijak lagi di media sosial, terutama karena ancaman UU ITE.

“Kita harus arif dan bijak dalam bermedsos, karena sekarang ada hukumnya. Ini kan lebih bahaya, bisa di atas lima tahun (ancaman pidana) mengancam posisi dewannya (bisa satu periode jabatan),” tegas politisi yang akrab disapa Hamas ini.

Hamas menilai, kalau kontennya masih di ranah dewan mungkin masih wajar, tapi begitu masuk ke ranah privat dan menimbulkan kegaduhan publik, itu yang jadi masalah.

Abdul Giaz Bungkam Seribu Bahasa

Sementara itu, Abdul Giaz, anggota Komisi II dari NasDem yang menjadi sumber kegaduhan, muncul untuk diklarifikasi BK pada Rabu pukul 14.00 Wita.

Setelah diklarifikasi selama lebih dari satu jam, ia memilih bungkam seribu bahasa saat dicegat awak media. Dengan wajah tegang dan tergesa-gesa masuk ke dalam lift, ia hanya sempat melontarkan satu kalimat singkat:

“Sorry, nunggu keputusan BK,” ujarnya, menyerahkan nasibnya sepenuhnya ke Badan Kehormatan DPRD Kaltim.Semua pihak kini menanti putusan BK. Apakah kasus ini akan berakhir dengan sanksi tegas, atau hanya sekadar peringatan? Stay tuned! (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *