Subscribe

Gak Perlu Antre ke Kantor, Dukcapil PPU ‘Serbu’ Desa dan Sekolah Demi Bereskan Adminduk

2 minutes read

Penajam, nusaetamnews.com : Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) makin serius membenahi tertib administrasi kependudukan (adminduk). Lewat strategi “jemput bola”, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) PPU kini lebih sering turun ke lapangan, mendatangi warga hingga ke pelosok desa dan sekolah-sekolah.

Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil Dukcapil PPU, Dony Ariswanto, menegaskan bahwa layanan intensif ini bertujuan untuk memastikan seluruh warga memiliki dokumen resmi tanpa harus terkendala jarak.

Sasar Pelajar dan Warga Pelosok

Layanan ini tidak hanya fokus pada masyarakat umum, tapi juga masuk ke lingkungan sekolah. Tim Dukcapil menyambangi SMA dan SMK di seluruh wilayah PPU untuk mempermudah para pelajar mendapatkan hak kependudukannya.

Ada beberapa kategori utama yang menjadi target layanan jemput bola ini:

  • Pelajar: Perekaman e-KTP perdana bagi siswa yang memasuki usia 17 tahun.
  • Warga Pelosok: Khusus bagi penduduk di Kecamatan Waru, Babulu, dan Sepaku yang lokasinya cukup jauh dari pusat layanan di Kantor Dukcapil.
  • Kelompok Rentan: Warga dengan keterbatasan akses fisik atau transportasi.

“Layanan jemput bola ini mempermudah masyarakat, khususnya pelajar dan warga yang tinggal jauh dari pusat layanan. Kami ingin akses adminduk jadi lebih inklusif,” ujar Dony di Penajam, Sabtu (28/2).

Bukan Cuma e-KTP

Meski perekaman e-KTP menjadi salah satu yang paling dicari, tim di lapangan juga melayani berbagai urusan dokumen lainnya secara on the spot, mulai dari pengurusan akta kelahiran hingga pembaruan data administrasi kependudukan lainnya.

Dukcapil PPU berkomitmen menjadikan program ini sebagai agenda rutin. Selain mempermudah birokrasi, langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran warga agar lebih proaktif dalam memperbarui dokumen kependudukan mereka.

“Intinya kami ingin tertib administrasi di PPU tetap terjaga. Petugas yang mendatangi warga, bukan lagi warga yang dipusingkan dengan akses layanan,” pungkas Dony. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *