Subscribe

Gak Cuma Tempat Simpan Buku! DPK Kaltim “Upgrade” Perpustakaan Desa dan Sekolah Biar Makin Pro

2 minutes read

SAMARINDA  (nusaetamnews.com) : Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur lagi serius banget melakukan rebranding terhadap wajah perpustakaan di wilayahnya. Bukan sekadar tempat tumpukan buku yang berdebu, perpustakaan di Kaltim kini didorong untuk naik kelas dengan menerapkan Standar Nasional Perpustakaan (SNP).

Plt. Kepala DPK Kaltim, Anita Natalia Krisnawati, menegaskan kalau standardisasi ini adalah kunci buat mengubah cara kerja perpustakaan dari gaya konvensional ke arah yang lebih profesional dan relevan dengan zaman now.

Standar Nasional: Pedoman Biar Makin Kece

Menurut Anita, SNP bukan cuma urusan administrasi atau sekadar dokumen di atas kertas. Ini adalah roadmap strategis agar setiap unit—mulai dari perpustakaan sekolah, perpustakaan khusus, sampai perpustakaan desa—punya kualitas layanan yang jempolan.

“SNP itu pedoman strategis. Tujuannya supaya setiap perpustakaan mampu menjawab kebutuhan pengunjungnya dan dikelola secara profesional,” ungkap Anita di Samarinda, Rabu.

Perpustakaan Desa: Garda Terdepan Literasi

Yang menarik, DPK Kaltim menaruh perhatian besar pada perpustakaan desa dan kelurahan. Kenapa? Karena mereka adalah ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di tingkat paling bawah.

Lewat pendampingan teknis ini, para pengelola bakal dibekali pemahaman soal:

  • Koleksi Buku: Harus up-to-date dan beragam.
  • Fasilitas: Sarana dan prasarana yang nyaman buat nongkrong sambil belajar.
  • SDM: Tenaga pengelola yang kompeten dan ramah.
  • Pendanaan: Manajemen anggaran yang transparan dan efektif.

Transformasi Jadi Ruang Belajar Sepanjang Hayat

Senada dengan itu, Kepala Bidang P3KM DPK Kaltim, Hana Iriana, menyebutkan kalau penerapan standar ini adalah langkah nyata untuk mewujudkan konsep Inklusi Sosial. Artinya, perpustakaan bukan cuma tempat baca, tapi wadah pemberdayaan masyarakat.

“Kita ingin mengubah wajah perpustakaan menjadi ruang belajar sepanjang hayat. Transformasi ini hanya bisa terjadi kalau pengelolanya disiplin menerapkan standar nasional dalam operasional sehari-hari,” jelas Hana.

Dengan sinergi antara pemerintah dan sekolah, diharapkan literasi bukan lagi jadi slogan semata, tapi benar-benar terasa dampaknya bagi warga Kaltim. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *