Gak Cuma Ngandelin Proyek Pemerintah, Hotel di Kaltim Kini Incar Kaum “Staycation” dan Korporasi!
SAMARINDA , nusaetamnews.com : Industri perhotelan di Kalimantan Timur (Kaltim) resmi tancap gas di awal 2026 dengan strategi baru. Ogah cuma bergantung pada agenda rapat pemerintah, para pengelola hotel kini mulai putar kemudi dengan membidik segmen korporasi, tamu individu, hingga para pemburu staycation.
Ketua Bidang Keanggotaan Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Kaltim, Hendri Kurniawan, menyebut transisi pasar ini wajib dilakukan demi menjaga tingkat hunian kamar tetap stabil sepanjang tahun.
“Kita harus gerak cepat. Kalau kegiatan pemerintah berkurang, kita sasar pelanggan online, korporasi, sampai tamu individu,” jelas Hendri di Samarinda, Selasa (6/1).
Inovasi Fasilitas & Fokus ke Tamu Lokal
Bukan sekadar ganti target, manajemen hotel juga mulai berbenah secara fisik dan layanan. Mulai dari peningkatan skill SDM hingga renovasi bangunan agar tampil lebih fresh. Bahkan, detail kecil seperti kenyamanan tempat ibadah dan pemisahan tempat wudhu kini jadi prioritas demi kepuasan tamu.
Menariknya, tren sepanjang 2025 menunjukkan fenomena unik: warga lokal Samarinda justru mendominasi hunian hotel.
“Banyak warga lokal yang hobi staycation. Ini peluang besar buat kita bikin paket-paket menarik yang lebih spesifik buat keluarga atau perorangan,” tambah Hendri.
Efek Tol IKN: Okupansi Tembus 70%
Sektor pariwisata Kaltim juga dapet “durian runtuh” berkat konektivitas. Adyatama Parekraf Dinas Pariwisata Kaltim, Hery Soesanto, mengungkapkan momen Nataru kemarin sukses mendongkrak okupansi hotel di Balikpapan dan Samarinda hingga 70 persen.
Ternyata, akses tol menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) punya peran besar. Waktu tempuh yang makin singkat bikin orang makin antusias jalan-jalan ke kota penyangga.
“Target kita, angka hunian bisa stabil di kisaran 50-55 persen untuk hari-hari biasa,” harap Hery.
Kolaborasi dengan UMKM & Event Nasional
Pengamat Pariwisata dari Politeknik Negeri Samarinda, I Wayan Sudarmayasa, menyarankan agar hotel gak jalan sendiri. Ia mendorong kolaborasi erat antara perhotelan dengan UMKM lokal agar produk-produk daerah bisa masuk ke dalam bisnis hotel.
Selain itu, para pelaku usaha juga berharap pemerintah terus membawa event berskala nasional ke Kaltim. Tujuannya jelas: biar perputaran uang makin kencang dan ekonomi daerah makin “menyala”. (ant/one)