Subscribe

Gak Cuma Gugur Kewajiban! DPMPD Kaltim Sulap KKN Kolaboratif Jadi ‘Mesin’ Percepatan Desa Berkelanjutan

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) punya strategi baru buat bikin desa-desa di Benua Etam makin mandiri. Lewat program KKN Kolaboratif, ribuan mahasiswa ditantang untuk gak sekadar “numpang lewat” di desa, tapi benar-benar memberikan solusi nyata bagi pembangunan daerah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim, Puguh Harjanto, menegaskan bahwa mahasiswa adalah instrumen strategis untuk menggali potensi lokal yang selama ini belum tergarap maksimal.

“KKN Kolaboratif ini bukan sekadar pemenuhan beban akademik atau rutinitas tahunan. Kita ingin memastikan kehadiran mahasiswa punya impact nyata bagi masyarakat. Kita integrasikan kecerdasan intelektual mereka dengan arah kebijakan pembangunan daerah,” ujar Puguh di Samarinda, Jumat (3/4/2026).

Kolaborasi Lintas Kampus: Satu Visi Buat Desa

Berbeda dengan KKN konvensional, model kolaboratif ini menyatukan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Swasta (PTS) di Kaltim. Tujuannya jelas: menciptakan inovasi lintas keilmuan yang lebih tajam.

Beberapa poin fokus dalam gerakan ini antara lain:

  • Integrasi SDGs Desa: Mempercepat target pembangunan berkelanjutan di tingkat desa secara terpadu.
  • Inovasi Lintas Ilmu: Menggabungkan berbagai disiplin ilmu mahasiswa untuk memecahkan masalah kompleks di perdesaan.
  • Penguatan Tata Kelola: Membantu perangkat desa dalam digitalisasi dan administrasi pemerintahan desa yang lebih modern.

Desa Sebagai Fondasi Utama

Puguh menambahkan, kolaborasi antara dunia kampus dan pemerintah daerah adalah kunci akselerasi transformasi desa yang lebih terarah. Dengan pendampingan mahasiswa di lapangan, diharapkan muncul inovasi-inovasi baru yang lahir dari rahim pedesaan.

“Desa adalah fondasi utama pembangunan daerah. Dengan semangat kolaborasi ini, kita dorong desa-desa kita untuk lebih cepat bertransformasi dan mandiri,” imbuhnya.

Lewat KKN Kolaboratif ini, Pemprov Kaltim berharap mahasiswa bisa menjadi bridge atau jembatan antara teori akademik dengan kebutuhan riil masyarakat, sekaligus menjadi agen perubahan yang memperkuat fungsi pemerintahan desa di seluruh pelosok Kalimantan Timur. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *