Gak Cuma Cek Tensi! Posyandu di Berau Kini Transformasi Jadi Pusat Layanan Terpadu 6 Bidang
Tanjung Redeb, nusaetamnews.com : Ada kabar keren dari Kabupaten Berau, Kalimantan Timur! Pos pelayanan terpadu (Posyandu) di Bumi Batiwakkal kini bukan lagi sekadar tempat timbang badan bayi atau imunisasi. Pemerintah Kabupaten Berau resmi melakukan transformasi besar-besaran agar layanan publik makin dekat ke depan pintu rumah warga.
Transformasi ini berfokus pada penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Artinya, petugas Posyandu di level kampung bakal punya “kekuatan” lebih untuk melayani masyarakat di berbagai sektor sekaligus.
Bukan Sekadar Kesehatan, Ini 6 Bidang Sasarannya:
Layanan Posyandu kini bertransformasi menjadi one-stop service untuk urusan dasar:
- Pendidikan
- Kesehatan
- Pekerjaan Umum
- Perumahan Rakyat
- Trantibum Linmas (Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat)
- Sosial
“Lewat transformasi ini, pelayanan ke masyarakat nggak terbatas di sektor kesehatan saja, tapi langsung diarahkan untuk melayani 6 SPM tersebut,” ungkap Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Berau, Sri Aslinda Gamalis, Rabu (11/2).
Progres Mantap: 96 Kampung Sudah Siap!
Langkah Berau nggak cuma sekadar wacana. Dari total 110 kampung dan kelurahan, sebanyak 96 wilayah sudah mengantongi Surat Keputusan (SK) Tim Pembina maupun Kepengurusan Posyandu.
Sri Aslinda terus memacu para pengurus di tingkat kampung untuk mengedukasi warga soal perubahan keren ini. Goal-nya jelas: masyarakat makin rajin memanfaatkan fasilitas yang ada.
“Penataan Posyandu ini diharapkan bisa meningkatkan derajat kesehatan, terutama dalam ‘perang’ melawan stunting, sekaligus bikin kesejahteraan warga di tingkat kampung makin merata,” tambahnya.
Highlight dari Segah: Sinergi Itu Kunci
Komitmen ini dibuktikan dalam sosialisasi terbaru di Kampung Tepian Buah, Kecamatan Segah, Sabtu (7/2). Sri memberikan apresiasi khusus buat Camat Segah yang gerak cepat membentuk SK Tim Pembina tingkat kecamatan.
Dari 14 kampung di Segah, 13 di antaranya sudah beres urusan SK kepengurusan. Hanya tinggal satu kampung, yaitu Punan Segah, yang saat ini sedang dalam proses perbaikan administrasi.
Tantangan & Kolaborasi Lintas Sektor
Meski visi sudah jelas, Sri Aslinda mengakui tantangannya nggak main-main. Mulai dari kesenjangan mutu layanan, fasilitas yang masih terbatas, hingga koordinasi lintas sektor yang belum maksimal.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara:
- Pemerintah Daerah & Kampung
- Pihak Swasta
- Organisasi terkait
- Peningkatan skill para kader Posyandu sebagai garda terdepan.
“Transformasi ini butuh sinergi kuat. Bukan cuma soal bangun gedung (fisik), tapi juga soal koordinasi dan kapasitas SDM-nya,” tutupnya. (ant/one)