Gak Ada Lagi Data ‘Double’! Kaltim Gaspol Integrasi Industri Lewat SIINas
SAMARINDA, nusetamnes.com : Urusan birokrasi dan pemetaan ekonomi di Kalimantan Timur (Kaltim) baru saja naik level. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) Kaltim kini resmi mengintegrasikan seluruh data pelaku usaha ke dalam satu sistem digital nasional bernama SIINas (Sistem Informasi Industri Nasional).
Langkah ini diambil biar pemerintah nggak lagi “menebak-nebak” saat bikin kebijakan. Dengan data yang akurat, bantuan dan investasi buat pelaku usaha lokal dipastikan bakal lebih tepat sasaran.
“SIINas ini hadir buat memudahkan kita ambil kebijakan yang pas buat industri lokal. Semangatnya adalah menyatukan basis data yang dulunya sering terpecah antara pusat dan daerah,” ujar Pembina Industri Disperindagkop Kaltim, Agus Wardhana, di Samarinda, Selasa (13/1/2026).
10 Kabupaten/Kota di Kaltim Sudah ‘Connect’
Kabar kerennya, saat ini 10 kabupaten dan kota di seluruh Benua Etam sudah terhubung 100% ke dalam sistem besutan Kementerian Perindustrian ini. Kalau dulu aksesnya masih terbatas, sekarang semua daerah sudah punya akun SIINas masing-masing.
Kenali 4 Tipe Akun: Kamu Masuk yang Mana?
Biar pendataannya makin presisi dan nggak campur aduk, SIINas membagi kategori akun jadi empat tipe sesuai model bisnisnya:
- Tipe A: Khusus buat kamu yang punya perusahaan manufaktur atau industri pengolahan.
- Tipe B: Buat perusahaan pengelola kawasan industri atau yang lokasinya ada di dalam kawasan industri terpadu.
- Tipe C: Untuk sektor jasa atau bidang lain yang nggak masuk kategori manufaktur.
- Tipe D: Akun “Super” khusus buat Pemerintah Daerah untuk fungsi pengawasan dan pembinaan.
Urus Administrasi Jadi Lebih ‘Simple’
Nggak cuma buat pemerintah, sistem ini juga jadi berkah buat para pelaku usaha—mulai dari skala Gede, Menengah, sampai UKM. Lewat pintu digital ini, segala urusan administrasi jadi lebih transparan dan nggak berbelit-belit.
“Dengan data yang valid dan rapi, kita bisa lihat peta kekuatan industri Kaltim yang sebenarnya. Ini modal penting buat ngerancang program bantuan atau menarik investasi yang lebih efektif ke depannya,” tambah Agus.
Dengan integrasi SIINas, Kaltim makin siap membuktikan diri sebagai daerah dengan ekosistem digital industri yang makin matang dan kompetitif di tahun 2026. (ant/one)