Subscribe

Gak Ada Kata Terlambat Buat Belajar! Kutim Siap Launching “Sekolah Lansia” Pertama di Januari 2026

2 minutes read

SANGATTA – Siapa bilang sekolah cuma buat anak muda? Di Kutai Timur (Kutim), kakek dan nenek kita bakal segera punya “kampus” sendiri! Lewat program Lansia Berdaya (Sidaya), Pemerintah Kabupaten Kutim berkomitmen bikin para lansia tetap produktif, sehat, dan makin update soal kesehatan di usia senja.

Program keren ini digagas oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim. Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, membocorkan kalau sekolah ini bakal jadi yang pertama di wilayah tersebut.

“Sekolah Lansia ini belum pernah ada di Kutim. Makanya, Januari 2026 ini bakal kita launching. Sekarang kita lagi tahap validasi data lapangan, targetnya akhir bulan ini semua persiapan beres,” ujar Junaidi di Sangatta, Kamis (15/1).

Apa Sih yang Dipelajari di Sidaya?

Program Sidaya ini khusus menyasar warga usia 60 tahun ke atas. Sistem belajarnya pun dibuat serius tapi seru dengan metode berjenjang:

  • Ada Standar 1 sampai Standar 3.
  • 12 Kali Pertemuan di setiap jenjangnya.
  • Materi Fokus Ke Kesehatan: Cara merawat diri, pola hidup sehat, hingga tips tetap aktif di masa tua.

Uniknya, kalau para lansia ini berhasil menyelesaikan semua materi, mereka bakal diwisuda dan dapet sertifikat resmi layaknya mahasiswa, lho! Keren banget, kan?

Kolaborasi Lintas Sektor & Fasilitas Publik

Gak perlu gedung mewah, sekolah ini bakal memanfaatkan fasilitas publik yang sudah ada biar lebih dekat dengan masyarakat. Belajarnya bisa di balai desa sampai tempat ibadah.

Urusan pengajar pun nggak main-main. DPPKB Kutim menggandeng para ahli dari berbagai instansi:

  • Dinas Pendidikan: Buat urusan kurikulum dan metode belajar.
  • Dinas Kesehatan & Rumah Sakit: Sebagai fasilitator dan pakar kesehatan.

Launching Perdana di Sangatta Utara

Kecamatan Sangatta Utara bakal jadi lokasi pilot project atau titik pertama peluncuran sekolah ini. Harapannya, program ini bisa memutus stigma kalau lansia itu hanya diam di rumah, dan justru mendorong mereka jadi lansia yang mandiri dan berdaya.

“Kita ingin mereka tetap sehat dan punya pengetahuan buat merawat diri sendiri. Jadi, meskipun sudah senja, semangatnya tetap muda!” tambah Junaidi. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *