FPK Kaltim Didorong Perkuat Peran Cegah Konflik di Daerah
Samarinda – Peran Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kalimantan Timur kembali disorot sebagai garda depan menjaga harmoni di tengah keberagaman. Hal itu mengemuka dalam agenda Halal Bihalal FPK Kaltim 2026 yang digelar di Lamin Dayak, Sempaja Utara, Sabtu (4/4/2026).
Wakil Gubernur Kaltim H Seno Aji menegaskan keberadaan FPK bukan sekadar wadah silaturahmi, tetapi juga instrumen strategis dalam merawat persatuan di daerah yang dikenal sebagai miniatur Indonesia.
Menurutnya, Kaltim memiliki komposisi masyarakat yang sangat majemuk, namun mampu menjaga stabilitas sosial tanpa konflik berarti. Kondisi ini dinilai tidak lepas dari peran aktif FPK dalam membangun komunikasi lintas suku dan agama.
“FPK ini bukan hanya simbol, tapi perekat nyata. Mereka mampu menjaga hubungan antarkelompok tetap harmonis dan mencegah potensi gesekan sejak dini,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan luas wilayah dan kekayaan sumber daya alam yang besar, Kaltim memiliki potensi kerawanan jika tidak dikelola dengan baik. Namun hingga kini, daerah ini tetap solid dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Tidak pernah ada gejolak separatisme. Ini bukti kedewasaan masyarakat kita dalam menjaga persatuan,” tegasnya.
Seno juga mendorong FPK untuk terus memperkuat fungsi deteksi dini terhadap potensi konflik sosial. Menurutnya, pendekatan dialog dan silaturahmi menjadi kunci utama menjaga stabilitas daerah.
Sementara itu, Ketua Umum FPK Kaltim H Syaharie Ja’ang menyebut halal bihalal menjadi momentum penting mempererat hubungan antaranggota forum usai perayaan berbagai hari besar keagamaan.
“Tahun ini istimewa, karena berbagai hari besar seperti Imlek, Ramadan, Idulfitri, Nyepi, dan Paskah berlangsung berdekatan. Ini menjadi simbol kuat bahwa keberagaman justru menyatukan kita,” katanya.
Acara tersebut juga diisi dengan tausiah serta makan bersama yang menghadirkan beragam kuliner nusantara dari berbagai etnis.
Kebersamaan itu mencerminkan semangat “Rakat Etam Bersama” yang diusung dalam kegiatan.
Bersama jajaran FPK, Wagub Seno Aji meninjau museum mini Lamin Dayak yang menyimpan berbagai koleksi budaya, mulai dari peralatan tradisional hingga perlengkapan berburu dan bertani.
Pemerintah berharap, upaya pelestarian budaya seperti ini dapat terus dikembangkan oleh berbagai etnis lain di Kaltim guna memperkaya khazanah budaya sekaligus mendukung sektor pariwisata daerah.