Subscribe

Fix! BRIN dkk Temukan ‘Lidah Kucing’ di Tapanuli: Spesies Baru Homalomena yang Terancam Punah

2 minutes read

Jakarta, nusaetamnews : Indonesia kembali mengukuhkan posisinya sebagai hotspot biodiversitas dunia. Tim gabungan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama ITB, UNS, IPB, Universitas Lampung, serta mitra industri Botani Tropika Indonesia dan Jungle Farm Nursery, resmi mengumumkan penemuan spesies tumbuhan aroid (talas-talasan) baru yang endemik asal Sumatera Utara: Homalomena lingua-felis.

Ditemukan di kawasan Batang Toru, Tapanuli, spesies ini langsung mencuri perhatian karena morfologinya yang sangat unik. Nama lingua-felis sendiri diambil dari bahasa Latin yang berarti “lidah kucing,” sebuah metafora untuk tekstur daunnya yang kasar dan berbulu lebat.

Morfologi Unik: Bukan Sekadar Tanaman Biasa

Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Muhammad Rifqi Hariri, menegaskan bahwa meskipun sekilas mirip dengan Homalomena pexa, spesies baru ini memiliki perbedaan genetik dan fisik yang kontras.

“Karakter utamanya ada di permukaan atas daun yang penuh rambut lebat, teksturnya persis lidah kucing. Selain itu, tangkai daunnya lebih pendek, bagian bawah daun berbintil, dan struktur bunga jantannya berbentuk kerucut,” ujar Rifqi dalam keterangan resminya, Senin (10/3).

Hasil Ekspedisi dan Analisis Lab

Penemuan ini bukan sekadar keberuntungan. Tim melakukan ekspedisi lapangan pada Januari 2024 di dinding-dinding batu sekitar air terjun wilayah Tapanuli. Proses validasi dilakukan melalui dua jalur ketat:

  1. Kajian Morfologi: Membandingkan detail spesimen fisik dengan koleksi di herbarium.
  2. Analisis Molekuler: Menggunakan sekuens DNA berbasis Internal Transcribed Spacer (ITS) untuk memetakan posisi kekerabatan dalam genus Homalomena.

Status ‘Vulnerable’: Terancam Kolektor Ilegal

Sayangnya, kabar gembira ini dibayangi status konservasi yang mengkhawatirkan. Berdasarkan kriteria International Union for Conservation of Nature (IUCN), para peneliti mengusulkan status Rentan (Vulnerable) untuk spesies ini.

Faktor utamanya adalah sebaran habitat yang sangat terbatas (endemik sempit) serta ancaman nyata dari kebakaran hutan. Tak hanya itu, nilai estetika Homalomena lingua-felis sebagai tanaman hias membuatnya rawan menjadi target pengambilan ilegal di alam liar.

Data Publikasi:

Riset ini telah resmi dipublikasikan di jurnal internasional PhytoKeys (Vol. 271) dengan judul “A new densely-haired aroid species of Homalomena (Araceae) from North Sumatra, Indonesia.”

Penemuan ini menjadi pengingat keras bahwa hutan Indonesia masih menyimpan rahasia besar yang perlu dijaga sebelum punah akibat eksploitasi dan perubahan iklim. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *