Eskalasi Memanas: Iran Ancam Bom Pusat Data Negara Arab yang “Dipakai” Militer AS
Teheran, nusaetamnew.com : Hubungan diplomatik di Timur Tengah berada di titik nadir. Teheran dilaporkan tengah membidik pusat data (data center) di sejumlah negara Arab yang diduga menjadi “kaki tangan” Amerika Serikat dalam operasi intelijen dan militer terhadap Iran.
Informasi ini dibocorkan oleh sumber diplomatik Iran kepada RIA Novosti, Rabu (11/3). Iran menuding infrastruktur digital dan jaringan serat optik milik negara tetangganya telah “disalahgunakan” oleh Washington untuk meluncurkan serangan.
“Amerika Serikat menggunakan pusat data di negara-negara Arab untuk mendukung operasi militer terhadap Iran. Ada kemungkinan besar Iran akan menyerang pusat-pusat data tersebut dalam beberapa hari mendatang,” tegas sumber tersebut.
Infrastruktur Digital Jadi Target Sah
Alasan Teheran membidik fasilitas sipil di negara-negara Arab adalah karena pemerintah setempat dianggap melakukan pembiaran terhadap aktivitas militer AS. Poin-poin krusial dalam ancaman ini meliputi:
- Pusat Data & Fiber Optik: Iran mengklaim AS menggunakan jalur komunikasi ini untuk koordinasi serangan.
- Tudingan Pembiaran: Negara-negara Arab dianggap tidak mengambil langkah preventif untuk mencegah wilayah mereka dijadikan basis serangan ke Iran.
Buntut Serangan AS-Israel 28 Februari
Ketegangan ini merupakan rentetan dari serangan besar yang dilancarkan AS dan Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari lalu. Meski awalnya diklaim untuk menekan program nuklir, Washington dan Tel Aviv belakangan secara terbuka menyatakan bahwa serangan tersebut bertujuan mendorong perubahan kekuasaan (regime change) di Teheran.
Iran sendiri telah merespons dengan serangan balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah. Namun, ancaman sabotase terhadap infrastruktur digital negara-negara Arab ini menandai babak baru di mana konflik fisik mulai merembet ke perang infrastruktur regional.
Dampak Global yang Menghantui
Jika ancaman ini terealisasi, dampaknya bisa melumpuhkan konektivitas internet dan layanan data di seluruh kawasan Timur Tengah, mengingat peran krusial pusat data dan kabel optik bawah laut yang melintasi wilayah tersebut. (ant/one)