Eskalasi Iran Memanas, Menlu Sugiono Perintahkan Evakuasi WNI Secara Bertahap
JAKARTA — Situasi di Timur Tengah yang makin “membara” antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel membuat Pemerintah Indonesia bergerak cepat. Menteri Luar Negeri Sugiono resmi memerintahkan Duta Besar RI di Teheran, Rolliansyah Soemirat, untuk segera mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di zona merah.
Instruksi ini keluar setelah kondisi di lapangan dinilai semakin berisiko bagi keselamatan warga sipil.
Evakuasi “By Request” dan Bertahap
Menlu Sugiono menjelaskan bahwa proses pemulangan ini bersifat sukarela. Tidak semua WNI di Iran memilih untuk pulang, namun bagi mereka yang sudah menyatakan siap, pemerintah bakal langsung memprosesnya.
“Tadi siang saya sudah perintahkan Dubes kita di Teheran untuk mengambil langkah evakuasi segera bagi WNI yang memang menginginkannya. Prosesnya akan dilakukan secara bertahap,” ujar Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (3/3).
RI Siap Jadi Juru Damai: Prabowo Tawarkan Diri Jadi Mediator
Di tengah ketegangan ini, Indonesia nggak cuma diam. Menlu Sugiono mengaku sudah menjalin komunikasi intens dengan Menlu Iran, Abbas Araghchi. Dalam pembicaraan tersebut, Indonesia membawa misi besar:
- Menyesalkan Kegagalan Dialog: Indonesia menyayangkan perundingan sebelumnya yang buntu hingga memicu serangan militer.
- Hormati Kedaulatan: Menegaskan pentingnya menghargai integritas wilayah negara lain.
- Tawaran Mediator: Sugiono menyampaikan pesan khusus dari Presiden Prabowo Subianto yang siap turun tangan menjadi mediator untuk mendinginkan suasana di kawasan tersebut.
Siaga Satu di Bawah Komando Presiden
Presiden Prabowo sendiri telah memberikan arahan tegas agar seluruh jajaran terkait siap menghadapi segala skenario terburuk dari dampak konflik ini.
“Pemerintah terus memantau dinamika di sana. Intinya, kita harus siap dengan segala kemungkinan,” tambah Sugiono.
Sebagai informasi, eskalasi di Iran memang sedang menjadi sorotan global, bahkan sempat memicu rumor high-profile seperti ditariknya aset pribadi bintang sepak bola Cristiano Ronaldo dari kawasan Arab karena alasan keamanan. (ant/one)