Subscribe

Ekspor Nonmigas Kaltim Tembus 1,46 Miliar Dolar AS, Sektor Tambang Masih Jadi “Tulang Punggung”

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Kinerja ekspor Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada pembukaan tahun 2026 didominasi total oleh komoditas nonmigas. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sektor nonmigas menyumbang porsi raksasa hingga 92,69 persen dari total nilai ekspor Bumi Etam yang mencapai 1,58 miliar dolar AS pada Januari 2026.

Meskipun angka ini tergolong besar, secara keseluruhan nilai ekspor Kaltim mengalami koreksi tajam sebesar 31,25 persen dibandingkan bulan sebelumnya akibat tekanan geopolitik global.

Bedah Data: Dominasi Tambang dan Industri

Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai, merinci bahwa dari total ekspor nonmigas senilai 1,46 miliar dolar AS, sektor pertambangan masih menjadi kontributor utama.

Berikut adalah rincian sektor penyumbang ekspor nonmigas:

  • Pertambangan & Lainnya: 1,16 miliar dolar AS.
  • Industri Pengolahan: 309,35 juta dolar AS.
  • Pertanian: 1,77 juta dolar AS.

Sementara itu, sektor migas hanya memberikan andil “minimalis” sebesar 116,94 juta dolar AS atau sekitar 7,31 persen dari total kue ekspor.

Sentimen Global: China dan India Mulai “Ngerem” Batu Bara

Penurunan nilai ekspor ini tidak lepas dari dinamika mitra dagang utama Kaltim. China dan India, dua raksasa konsumen batu bara, mulai mengubah strategi kebijakan energi mereka di tahun 2026.

“Asosiasi Industri Batu Bara China memprediksi penurunan impor tahun ini. Di sisi lain, India juga menargetkan pemangkasan impor batu bara untuk pembangkit listrik hingga 30 persen demi menggenjot penggunaan produksi domestik mereka,” jelas Mas’ud Rifai di Samarinda, Kamis (5/3).

Tak hanya batu bara, komoditas pupuk juga terkena imbas. Impor pupuk majemuk (NPK/NP) oleh India menyentuh angka terendah dalam periode 2025–2026, turun hampir 16 persen dibanding Desember 2025.

Neraca Dagang: Surplus 947,42 Juta Dolar AS

Meski ekspor melandai dan sektor migas mengalami defisit sebesar 468,28 juta dolar AS (akibat tingginya nilai impor migas yang mencapai 584,22 juta dolar AS), neraca perdagangan Kaltim secara keseluruhan masih berada di zona hijau.

“Neraca perdagangan Kaltim Januari 2026 tetap mencatatkan surplus sebesar 947,42 juta dolar AS. Kekuatan utama penyokong surplus ini datang dari perdagangan nonmigas yang surplus hingga 1,41 miliar dolar AS,” tambah Mas’ud.

Kenaikan harga minyak mentah global ke level 67 dolar AS per barel akibat ketegangan di Timur Tengah turut menjadi faktor yang mewarnai fluktuasi perdagangan internasional Kaltim di awal tahun ini. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *