DNA Juara! Ivan Rakitic Bongkar ‘Cheat Code’ Real Madrid Jadi Penguasa Abadi Liga Champions
DOMINASI Real Madrid di kompetisi kasta tertinggi Eropa, Liga Champions, seolah nggak ada obatnya. Koleksi 15 trofi Si Kuping Besar menjadi bukti sahih bahwa Los Blancos adalah raja diraja Benua Biru yang rekornya nyaris mustahil dikejar klub mana pun dalam waktu dekat.
Eks gelandang Barcelona, Ivan Rakitic, ikut angkat bicara soal fenomena “sakti” sang rival abadi tersebut. Menurutnya, kesuksesan Madrid bukan cuma soal keberuntungan, melainkan fondasi mentalitas dan kerja keras yang diwariskan dari generasi ke generasi.
“Sangat jelas… ketika Anda melakukan sesuatu dengan baik, itu akan membuahkan hasil. Real Madrid melakukan banyak hal dengan sangat, sangat baik,” ungkap Rakitic seperti dilansir dari Goal, Sabtu (4/4/2026).
Bukan Tempat Buat Pemain ‘Manja’
Rakitic menekankan bahwa siapa pun bintang yang mendarat di Santiago Bernabeu tidak pernah mendapatkan karpet merah secara cuma-cuma. Standar tinggi klub memaksa setiap individu untuk memberikan kontribusi 100 persen tanpa kompromi.
“Gak ada pemain yang pindah ke Real Madrid dan mendapatkan segalanya dengan mudah. Saat Anda melakukan hal yang benar, sepak bola bakal kasih imbalan. Begitu juga sebaliknya,” tambah pemain asal Kroasia tersebut.
Mentalitas ‘Aura’ di Atas Kertas
Sorotan tajam sempat tertuju pada Madrid saat mereka harus bentrok dengan Manchester City di fase 16 besar musim ini. Banyak pengamat menilai skuad asuhan Pep Guardiola lebih superior secara kualitas teknis dan kedalaman tim. Namun, bagi Rakitic, meremehkan Madrid di Liga Champions adalah kesalahan besar.
Beberapa poin alasan mengapa Madrid tetap jadi unggulan versi Rakitic:
- Sejarah Panjang: Pengalaman mengangkat trofi (termasuk hattrick juara 2016-2018) menciptakan mentalitas baja.
- Aura Liga Champions: Madrid punya “hubungan spesial” dengan kompetisi ini yang sulit dijelaskan secara logika taktik.
- Faktor Krusial: Kemampuan tetap tenang dan unggul dalam situasi tertekan (seperti saat final 2024 kontra Dortmund).
Favorit Utama Melawan Siapa Pun
Meski tim seperti City tampak lebih ngeri di atas kertas, Rakitic menegaskan bahwa sejarah selalu berpihak pada Madrid. “Saya katakan setelah laga lawan City bahwa waspada terhadap Real Madrid itu wajib hukumnya. Bagi saya, mereka tetap favorit utama karena sejarah hebat mereka di UCL,” tegasnya.
Dengan trofi terbaru tahun 2024 lalu, Real Madrid sekali lagi membuktikan bahwa mereka bukan sekadar klub sepak bola, melainkan institusi pemenang yang sudah menyatu dengan DNA Liga Champions. Kesuksesan ini pun menjadi tantangan besar bagi raksasa Eropa lainnya untuk mencoba meruntuhkan takhta Los Blancos di musim-musim mendatang. (BN/one)